Hot Info

10 Kapal Selam Canggih Paska Perang Dingin


Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, bukan jadi perkembangan teknologi kapal selam negara tersebut terhenti. Bahkan sampai saat ini, rekor kapal selam terbesar dan mematikan masih dipegang oleh kelas Typhoon miliknya Rusia. Namun, memasuki era milenium, kapal selam yang termasuk kategori paling canggih, harus memiliki sifat: offensice, weapons, stealthiness, dan beberapa kemampuan spesial lainnya.

Misi utama kapal selam jenis ini yakni mulai dari mengejar kapal selam musuh hingga kapal perang permukaan, bukan lagi urusan besar. Untuk itu butuh teknologi sonar terbaik, juga dibutuhkan kemampuan menyelam stealth, agar dapat masuk ke wilayah musuh tanpa takut terdeteksi radar. Berikut yuukeren telah merangkum kapal selam tercanggih saat ini:


Seawolf Class

Seawolf class, gambar: naval-technology.com
Tujuan awal dibuatnya kapal selam Seawolf Class, yakni mengejar ketertinggalan AS saat masa perang dingin, dimana Rusia mampu meluncurkan kapal selam terbesar, Typhoon Class. Seawolf dibangun berdasarkan Blueprint Los Angeles Class. Saat ini hanya tiga unit Seawolf yang dioperasikan, alasannya waktu itu AS sedang menyiapkan Virginia Class, sebagai pengganti Seawolf. Setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas operasional.
Spesifikasi:
Pembuat/Masuk Dinas
: Amerika Serikat/1997
Bobot Selam
: 9.142ton
Panjang
: 107,6 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan baling baling tunggal 
Kecepatan Selam
: 35 knot
Persenjataan
: 8 tabung torpedo Mk.48
  Harpoon dan Tomahawk



Virginia Class

Viginia class, gambar: defencetalk.com
US Navy menyiapkan Virginia Class sebagai kapal selam bertenaga nuklir, dan sekaligus sebagia pengganti pendahulunya Los Angeles Class. Kapal ini di desain lebih kecil, efisien, modern, stealth tapi lebih canggih dan mahal dari Seawolf Class. Rencananya sebanyak 30 kapal nuklir ini akan dibuat. Virginia mengusung teknlogi teranyar, mulai dari penanda laser inframerah, Integarated Elektronik Suppor Measures Array (IESMA), sensor infared, dan intensifikasi cahaya. Saat ini sekitar tujuh unit Virginia telah beroperasi.
Spesifikasi:
Pembuat/Masuk Dinas
: Amerika Serikat/2004
Bobot Selam
: 7.800ton
Panjang
: 114,9 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan baling baling tunggal 
Kecepatan Selam
: 32 knot
Persenjataan
: 12 peluncur vertikal UGM-109 Tomahawk
  Harpoon dan Mk 48 Torpedo




Improved Ohio Class

Improve Ohio class, gambar: wired.com
Kapal selam Ohio Class aslinya didesain sebagai kapal selam jarak jauh pembawa rudal balistik nuklir antar benua (SSBNs) sewaktu perang dingin dan sebagai tandingan Typhoon Class nya Rusia. Bagaimanapun juga, setelah paradigma peperangan modern berubah, empat buah kapal kelas Ohio ini pada tahun 2002 hingga 2008 dikonversi menjadi kapal selam perusk pembawa misil nuklir (SSGNs). Persenjatan The Ohio, Michigan, Florida dan Georgiatelah diganti dari 7  Tirident Balistik menjadi 154 Tomahawk misil.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Amerika Serikat/2006
Bobot Selam
: 18.750 ton
Panjang
: 170,7  meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan baling baling tunggal 
Kecepatan Selam
: 25 knot
Persenjataan
: 4 tabung torpedo Mk.48
  154 peluncur vertikal Tomahawk



Akula II Class

Akula II class, gambar: reddit.com
Menjelang akhir 1980an, Uni Soviet meluncurkan kapal selam kelas Akula, yang pada waktu itu merupakan kapal selam nuklir “tersenyap” semasa perang dingin. Setelah Soviet runtuh, Akula ditingkatkan kemampuannya menjadi kapal selam serang untuk menanggapi ancaman kapal selam sekelas Los Angels. Saat ini hanya ada 9 unit Akula II yang beroperasi mengamankan perairan Rusia.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Rusia/1986
Bobot Selam
: 7.000 ton
Panjang
: 111,7  meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan baling baling tunggal 
Kecepatan Selam
: 35 knot
Persenjataan
: 40 torpedo 650-mm dan 533-mm atau misil
  42 mines



Sierra II Class

Sierra II class, gambar: military-today.com
Sierra II dibangun berdasarkan blurprint dari kapal selam Alfa Class. Ciri utama dari Sierra II yakni lambung kapal terbuat dari logam khusus titanium  serta terdapat dua lampu sorot. Dengan logam khusus ini mendongkrak kemampuan selam Sierra menjadi dua kali lipat. Teknologi logam Titanium Rusia mengejutkan pihak barat, karena mampu meningkatkan kemampuan selam kapal secara dratis, hanya saja untuk memproduksi satu buah kapal selam saja membutuhkan anggaran besar serta biaya pemeliharaan tinggi.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Rusia/1992
Bobot Selam
: 9.100ton
Panjang
: 111 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan baling baling tunggal 
Kecepatan Selam
: 32 knot
Persenjataan
: 4 tabung torpedo Starfish atau Stallion
  4 tabung torpedo SS-N-21 samson



Graney Class
 

Graney class, gambar: rumormillnews.com
Melalui Projek 885 Yasen, Rusia memulai proyek terbarunyanya dalam membangun kapal selam nuklir serang. Dibangun di galangan kapal terbesar di dunia, Sverodvinsk, sempat mengalami penundaan sejak tahun 1993 akibat masalah finansial, akhirnya pada tahun 2013 kapal selam canggih ini memasuki jajaran AL Rusia. Rencananya akan dibuat enam buah kapal, jika semua telah rampung, akan menggantikan leluhurnya, kelas Akula.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Rusia/2013
Bobot Selam
: 13.800 ton
Panjang
: 119 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir
Kecepatan Selam
: 35 knot
Persenjataan
: 30 tabung torpedo 8x650-mm
  24 Misil perusak-800 Oniks (SS-N-26)



Oscar II Class

Oscar II class, gambar: obramba.com
Menjelang akhir perang dingin, NATO mengendus Rusia tengah membangun kapal selam nuklir dengan nama Projek 949 Antey, yang sekarang dikenal sebagai Oscar II. Menurut kabar, kapal ini merupakan kapal selam terbesar dilihat dari segi berat dan panjang. Hanya kapal sekelas Typhoon dan Ohio saja yang dapat menandinginya. Oscar II menunjukan pada dunia bahwa Rusia masih menjadi negara paling unggul dalam hal meracik kapal selam.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Rusia/1986
Bobot Selam
: 18.300 ton
Panjang
: 154  meter
Mesin
: Reaktor Nuklir dengan dua baling baling 
Kecepatan Selam
: 28 knot
Persenjataan
: 24 P-700 Granit (SS-N-19 Shipwreck)
  24  torpedo 2x650-mm dan 4x553-mm


Astute Class

Astute class, gambar: wmcnd.org.uk
Kapal selam nuklir Inggris, Kelas Astute memasuki jajaran Royal Navy pada 2010 silam. Direncanakan akan dibuat sebanyak tujuh buah, namun sampai saat ini hanya satu yang beroperasi. Kapal ini menggantikan leluhurnya, yakni Swiftsure Class. Kabarnya, Astute lebih senyap dan mampu di jejal banyak senjata dari kapal sekelas Trafalgar Class.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Inggris
Bobot Selam
: 7.200ton
Panjang
: 97 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir
Kecepatan Selam
: 29 knot
Persenjataan
: 38 torpedo 6x533-mm spearfish
  Sub-Harpoon anti ship misile
   36 misil perusak Tomahawk Block IV


Rubis Class

Rubis class, gambar: military-today.com
Kapal selam ini didesain, dibuat serta digunakan oleh Prancis sebagai alutsista utamanya. Sebagai kapal selam nuklir generasi pertamanya, prancis tidak main main dalam meracik kuda perang laut nya. Mulai dari jarak jelajah hingga persenjataanya, katakanlah kemampuan membawa rudal jelajah dan misil misil SM.39 Exocet. Rencananya akan dibangun enam buah Rubis.
  Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Prancis/1983
Bobot Selam
: 2.670ton
Panjang
: 72 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir
Kecepatan Selam
: 25 knot
Persenjataan
: 14 torpedo 4x550-mm atau misile
SM.39 Exocet anti-ship misile


Type 093 Shang Class
Type 093 class, gambar: globalsecurity.org
Kapal berkode Tipe 093 Shang diendus memiliki kemampuan nuklir, dan dirancang jauh jauh hari pada 1980 secara rahasia di bawah AL China. NATO menamankannya sebagai Han Class. Kabarnya Tipe 093 meniru blueprint kapal selam nuklir Rusia kelas Victor III. Terlepas benar tidaknya, kapal ini telah kepergok mondar mandir di laut cina selatan, yang sedang “panas” beberapa tahun belakangan ini.
Spesifikasi:
Pembuat/masuk dinas
: Cina/2006
Bobot Selam
: 7.000 ton
Panjang
:  107 meter
Mesin
: Reaktor Nuklir
Kecepatan Selam
: 30 knot
Persenjataan
: torpedo 6x533-mm
   YJ-82 anti-ship misil

Demikian sepuluh matra laut tercanggih saat ini, disamping itu, ada beberapa kapal selam yang sedang dibangun, dan dalam tahap pengembangan selanjutnya. Semoga informasi ini menambah  wawasan kita semua.
Sumber:
http://www.military-today.com
http://www.globalsecurity.org


No comments