Hot Info

Enrico Fermi, Si Pengagas Reaktor Nuklir Pertama Di Dunia

Pada pukul 05.29 di suatu senin pagi dalam bulan Juli 1945, bom atom pertama di dunia diledakan di padang pasir 60 mil sebelah barat laut Alamogordo, New Mexico, Amerika Serikat. Empat puluh sekon kemudian, gelombang kejut ledakan mencapai pangkalan pusat, dimana para ilmuan berdiri dalam perenungan yang mempesonakan melihat pertunjukan bersejarah tersebut. Orang pertama yang terpesona adalah seorang fisikawan berkebangsaan Italia-Amerika, Enrico Fermi yang hadir untuk menyaksikan puncak dari suatu proyek yang telah ia bantu memulainya.

Sebelum bom di-detonasikan, Fermi merobek sehelai kertas buku catatan menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, ketika ia merasakan getaran pertama dari gelombang kejut yang menyebar keluar melalui udara, dilemparkannya potongan-potongan kertas itu ke atas kepalanya. Potongan-potongan tersebut melayang-layang turun kebawah dan menjauhi awan berbentuk jamur yang terbentuk di kaki langit, dan mendarat kira-kira dua setengah yard di belakangnya.



Setelah menghitung secara singkat di luar kepala, Fermi memprediksi bahwa energi bom sama dengan energi yang dihasilkan oleh sepuluh ribu ton TNT. Di lapangan juga ada alat-alat ukur yang canggih. 

Analisis yang dilakukan dari hasil pembacaan kecepatan dan tekanan gelombang kejut, yang memakan waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya, membenarkan taksiran cepat Fermi tersebut. 

Dari sini, dketahui kejeniusan Fermi dalam memprediksi kejadian fisis, energi ledakan bom atom pertama. Sampai saat ini pun tidak ada yang tahu persis, bagaimana ia melakukannya, tetapi apa yang dihitung Fermi mungkin adalah: mengukur kelajuan udara yang didorong keluar oleh ledakan, lalu ia menaksir energi kinetik total yang didisipasi oleh atmosfer, dan kemudian membaginya dengan jumlah energi yang dilepaskan oleh satu ton TNT.

Latar Belakang Pendidikan dan Penghargaan
Enrico Fermi lahir pada 29 September 1901 di Roma, Italia dan meninggal 53 tahun kemudian. Siapa sangka dulunya Fermi mengawali pendidikannya di jurusan bahasa, namun bakat alaminya ternyata di dunia Fisika. Sehingga pada 1918, ia memutuskan untuk menempuh pendidikan di Universitas Pisa dan hanya perlu menghabiskan waktu empat tahun untuk lulus dengan cermerlang dan pada tahun 1922 ia memperoleh gelar Ph.D di bidang fisika. 

Selanjutnya, ia sempat melanjutkan pendidikan sebentar di Jerman dan Belanda hingga pada tahun 1924 dan kembali ke Italia untuk mengajar matematika dan fisika di Universitas Florence. Saking jeniusnya saat berumur 25 tahun, ia sudah memperoleh gelar profesor dari Universitas Roma, kemudian mendapat posisi mengajar di bidang Fisika Universitas Colombia. Sebelum akhir hayatnya, setelah perang dunia II berakhir, ia hijrah ke Amerika Serikat, untuk mengembangkan teknologi nuklir dan sambil mengajar di Universitas Chicago.

Pada 1938 ia dianugerahi Nobel Prize dalam bidang fisika berkat penelitiannya terhadap Sebab-sebab Radioaktivitas. Fermi termasuk salah satu ilmuan berpengaruh dari abad ke-20 yang berhasil dalam teori dan eksperimennya. Bersama dengan Robert Oppenheimer, Fermi sering disebut sebagai The Father of the Atomic Bomb.

Selain Nobel, Fermi memperoleh penghargaan dari beberapa Institusi dan Universitas. Untuk menghargai dan mengenang jasa Fermi, maka beberapa laboratorium menggunakan namanya, seperti National Accelerator Laboratory dan Enrico Fermi Nuclear Generating Station. Di samping itu, nama unsur yang baru pun menyematkan namanya, yakni Fermium.

Penemuan-Penemuan Fermi Hingga Tercipta Reaktor Nuklir Pertama Di Dunia
Salah satu sebab Fermi memperoleh gelar profesor di usianya yang masih muda, yakni penemuannya tentang teori statistik kuantum, berdasarkan teori ini kita dapat melukiskan tingkah laku penyatuan partikel dalam jumlah besar yang terpisah-pisah, yang nantinya berguna dalam reaksi berantai.

Pada tahun 1933, Fermi merumuskan teori tentang “kemorosotan beta” (tentang Radioaktivitas). Menurut teori ini, penyebab terpancarnya sinar beta dari suatu atom akibat adanya “interaksi lemah”, selain adanya interaksi kuat didalam struktur atom. 

Seorang ahli fisika Inggris, James Chadwick berhasil menemukan partikel yang digadang-gadang fermi sebagai penyebab terpancarnya sinar beta dari atom radioaktivita, atom tersebut yakni Neutron. 

Tahun 1938, penyelidikan penting Fermi lainnya tentang penyerapan neutron oleh atom-atom tertentu mengantarkannya meraih hadiah Nobel. Tetapi berbarengan dengan itu, saat PD II mulai memanas, di Italia terjadi revolusi oleh diktator Musolini, menyebabkan Fermi memutuskan hijrah ke Amerika Serikat setelah mengambil hadiah Nobel di Stockholm, berikut istri dan anaknya pun dibawa. Hal itu dikarenakan istrinya yang berdarah yahudi dan Fermi sendiri berpaham anti-fasis. Sehingga, sesampainya ia di AS, ia langsung di sambut baik oleh universitas Colombia, karena mendapat seorang ilmuan hebat kala itu, tak berpikir panjang, Fermi pun langsung disediakan kedudukan penting di sana, dan ia  pun memutuskan untuk jadi warga negara Amerika Serikat pada tahun 1944.

Di tempat terpisah, pada tahun 1939, Lise Meitner, Otto Han, dan Fritz Strassman menyatakan bahwa penyerapan neutron-neutron kadangkala menyebabkan atom-atom beratom berat semisal Uranium jadi terpisah-pisah. Ketika penelitan ini bocor ke khalayak, Fermi segera menyadari bahwa terpisah-pisahnya atom Uranium dapat melepaskan cukup neutron untuk memulai reaksi berantai. Lebih jauh dari itu, Fermi segera melihat dan membayangkan potensi energi yang bisa dihasilkan oleh reaksi berantai ini. 

Menjelang bulan Maret tahun 1939, Fermi telah menghubungi angkatan laut Amerika Serikat dan mencoba menarik perhatian mereka dengan “saya mempunyai sesuatu untuk menghentikan peperangan”. Tetapi, baru beberapa bulan kemudian, setelah Albert Einstein menulis sepucuk surat kepada Presiden Roosevelt, barulah pemerintahan AS menaruh perhatian terhadap tenaga atom.

Begitu pemerintahan AS tertarik, tugas para ilmuan (termasuk fermi) yang paling utama adalah membangun sebuah prototipe alat untuk mengendalikan pelepasan tenaga atom. Berhubung Fermi ilmuan pertama yang mengungkapkan teori “kemerosotan beta” dan “interaksi lemah” yang sudah diakui dunia lewat Nobel, maka ia pun ditunjuk menjadi kepala kelompok rahasia untuk membangun reaktor nuklir pertama di dunia. 

Sambil mengajar di Universitas Chichago, ia merampungkan proyek rahasia dan ambisius tersebut. Akhirnya pada tanggal 2 Desember 1942, reaktor nuklir itu selesai dirancang dan dibangun dengan perhitungan yang akurat. Ini merupakan babak awal dari jaman atom, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, orang berhasil membuat reaksi berantai nuklir.

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Enrico_Fermi
http://www.history.com/this-day-in-history/enrico-fermi-architect-of-the-nuclear-age-dies
http://www.nytimes.com/learning/general/onthisday/bday/0929.html


No comments