Hot Info

Kerajaan Bercorak Hindu-Budha Yang Pernah Berdiri Di Indonesia (Bag.1)


Nusantara menyimpan sejumlah kekayaan sosial budaya, diantaranya sejarah beberapa kerajaan Hindhu-Budha yang pernah berdiri di seluruh penjuru tanah air. Diantara kerajaan itu, malahan ada yang mampu mempersatukan luas wilayah hampir seluruh asia tenggara. Pada kesempatan kali ini, yuukeren akan mengulas semua kerajaan kuno tersebut yang pernah menjadi bagian sejarah, sekaligu kebanggaan rakyat Indonesia.

1. Kutai (Kalimantan Timur)

Peta kerajaan Kutai, gambar: wikimedia.org
Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang berhasil ditemukan menunjukan kerajaan kutai terletak di Kalimantan Timur, yaitu di hulu sungai Mahakam pada abad ke-4 Masehi. Nama Kutai sendiri berdasarkan nama daerah tempat penemuan prasasti, yaitu daerah Kutai.
Wilayah kekuasaan Kutai mencakup sebagain wilayah kalimantan timur, bahkan pada masa kejayaannya luas wilayahnya hampir seluruh pulau kalimantan timur.

Berdasarkan prasasti yang ditulis pada tiang batu atau disebut juga Yupa, kerajaan kutai bercorak Hindhu. Di dirikan oleh Sang Maharaja Kudungga. Raja ini mempunyai putra, sang Aswawarman, lalu aswawarman mempunyai tiga putra, diantaranya yang paling bersinar, paling besar, berbudi baik, kuat dan kuasa ialah sang Mulawarman. 

Pada kerajaan ini terdapat tiang batu atau Yupa digunakan sebagai tempat menggantung hewan kurban, guna mensyukuri kepada para dewa yang dipuja penduduk Kutai.

2. Tarumanegara (Jawa Barat)


Peta kerajaan Tarumanegara, gambar:wikimedia.org
Sekitar abad ke-5 masehi terdapat kerajaan yang letaknya di Jawa Barat, bercorak hindu dengan pusat kerajaan di sekitar Bogor. Luas wilayahnya meliputi Banten, Jakarta, sampai perbatasan cirebon, bahkan pada masa kejayaannya, luas wilayah Tarumanegara hampir menguasai seluruh Jawa Barat.


Sumber sejarah yang membuktikan eksistensi Tarumanegara yakni berasal dari beberapa prasasti , diantaranya prasasti ciaruteun/batu tulis (Ciampea, Bogor), prasasti kebon kopi (Bogor), prasasti jambu (Bogor), prasasti muara cianten (Bogor), prasasti tugu (jakarta utara), prasasti pasir awi (leuwiliang) dan prasasti munjul (banten).

Hampir semua prasasti menyebutkan Purnawarman, sebagai raja Tarumanegara termasyur kala itu. Berikut salah satu bunyi prasasti, ciaruteun:
Vikrantasya Vanipateh, Crimateh Purnawarmanah Tarumanegarandrasa, Visnor Iwa Papadadvayam
Artinya: Kedua buah tapak kaki yang seperti tapak kaki dewa wisnu adalah tapak kaki raja Purnawarman,  raja dari negeri Taruma, raja yang gagah berani.

3. Kalingga (Jawa Utara)

Peta kerajaan Kalingga, gambar: wikimedia.org
Beradasarkan pendapat dari JL. Moens, kerajaan Kalingga atau Holing terletak di sekitar semenanjung malaya, walaupun pendapat ini tidak seratus persen diterima, karena menurut berita cina, Letak Kalingga terdapat di pulau jawa, khususnya jawa tengah, di pimpin oleh seorang raja putri, bernama Ratu Sima.

4. Melayu (Jambi)

Peta kerajaan melayu jambi, gambar: wikimedia.org
Kerajaan melayu merupakan salah satu kerajaan terkemuka di sumatera bagian selatan pada abad ke- 7 masehi. Lokasi nya diperkirakan berpusat di daerah Jambi, yaitu di tepi kanan-kiri sungai Batanghari, karena disekitar sungai terdapat peninggalan-peninggalan purba seperti candi dan arca.

Keberadaan kerajaan ini berasal dari sumber cina, sedangkan berita-berita dari prasasti tidak ada sama sekali. Seorang musafir cina bernama I-Tsing menyebutkan, secara politik, kerajaan melayu dibawah pengaruh kekuasaan sriwijaya.

5. Sriwijaya

Peta kekuasan kerajaan Sriwijaya, gambar: brainly.co.id

Sekitar abad ke-6 atau tepatnya pada 684 masehi, telah berdiri kerajaan tebesar yang pernah berdiri di nusantara, Sriwijaya namanya. Wilayah utama kerajaan ini meliputi sumatra selatan, dengan pusat pemerintahan di sekitar sungai musi, kota palembang kalau sekarang ini.

Baik berita dari cina, arab, dan india mengenal dengan baik kerajaan Sriwijaya, karena posisi nya yang strategi, terletak dengan jalur perdagangan eropa-india-cina. Apalagi dari prasasti-prasasti yang ditemukan, hampir memberitakan kemasyuran kerajaaan ini pada masanya.

Raja yang terkenal dari Sriwijaya yakni Dapunta Hyang, Balaputra Dewa, dan Sanggrama Wijayattunggawarman. Dapunta Hyang dengan 20.000 tentara berhasil menaklukan wilayah Jambi, sehingga kunci perlayaran dipegang Sriwijaya.
Lalu Balaputra dewa merupakan raja Sriwijaya yang berdarah Syailendra (jawa tengah). Raja Sriwijaya kala itu, Dharma setru tidak memiliki keturunan, saat Balaputra dewa ke sriwijaya, ia langsung diangkat menjadi raja.

Raja Sanggrama Wijayattunggawarman merupakan raja sriwijaya yang pernah ditawan oleh kerajaan Chola, akibat hancurnya armada laut Sriwijaya oleh kerajaan itu. Keretakan persahabatan Sriwijaya-Chola ini akibat rasa iri raja Chola kala itu, Rajendra melihat monopoli jalur perdagangan selat malaka oleh Sriwijaya.

6. Mataram Kuno

Peta kerajaan Mataram kuno, gambar: markijar.com
Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah dengan daerah intinya bernama Bhumi Mataram. Daerah tersebut dikelilingi oleh pegunungan seperti gunung Serayu, Parau, Sindoro, Sumbing, Ungaran, Merbabu, Merapi, Kendang, Lawu, Sewu, dan gunung Kidul. Daerah itu juga banyak dialiri sungai, seperti sungai Bogowonto, Progo, Elo, hingga sungai Bengawan Solo.
Candi Prambanan, gambar: wikimedia.org
Kerajaan ini dikenal juga dengan nama Dinasti  Sanjaya, karena raja atau rakai pertama bernama Sanjaya, kerajaan ini beraliran Hindu berdiri sekitar 732 M (menurut prasasti canggal), dan pencaharian utama rakyatnya bertani. Pada masa kerajaan ini dibangun beberapa candi, seperti kompleks candi Dieng (saat raja sanjaya berkuasa), dan kokmpleks candi Loro Jongrang atau Prambanan, yang dibangun pada masa pemerintahan rakai pikatan.

7. Syailendra

 
wikimedia.org
Sekitar tahun 750-an M di Jawa Tengah bagian selatan, yakni daerah Bagelan dan Yogyakarta, terdapat kerajaan bercorak Budha, kerajaan itu bernama Syailendra. Dinasti Syailendra merupakan saingan dinasti Sanjaya, dalam memperkuat pengaruhnya di tanah Mataram.
Candi Borobudur, gambar: miner8.com
Raja pertama yang memerintah dinasti Syailendra yakni raja Bhanu. Namun diantara yang paling terkenal yakni, raja indra (syailendra mulai melakukan ekspansi ke selat malaka dan melakukan perkawinan politik dengan kerajaan sriwijaya), Raja Samarottungga (mulai membuat candi sekelas Borobudur, yang menandakan ketaatan rakyat terhadap raja), Raja Balaputra Dewa (dikhianati oleh kaka nya dan lari ke sriwijaya lalu menjadi raja di sana), terakhir Ratu Pramodhawardani (saat masa pemerintahannnya, ia menyatukan syailendra dengan sanjaya menjadi satu kerajaan, yakni Mataram)

8. Medang Kamulan

gurusejarah.com
Berdasarkan dari prasasti, kerajaan Medang Kamulan terletak di Jawa Timur, yakni sekitar muara sungai Brantas, dengan ibu kota bernama Watan Mas. Kerajaan ini didirikan oleh Mpu Sindok. Cakupan wilayah kerajaan meliputi, Nganjuk bagian barat, pasuruan sebelah timur, surabaya sebelah utara hingga daerah malang bagian selatan. Bahkan pada masa jaya, meliputi seluruh wilayah Jawa Timur.

Menurut silsilah, Mpu Sindok masih termasuk keturunan dinasti Sanjaya. Akibat ancaman kerajaan sriwijaya, Mpu Sindok memilih untuk memindahkan pusat kerajaan ke arah timur, dengan nama lain, bernama Medang Kamulan atau dinasti Isyana. 
 
Airlangga, gambar: wikimedia.org
Peristiwa penting di kerajaan ini yakni pembantaian raja Dharmawangsa berikut keluarga kerajaan oleh kerajaan Wurawari dengan bantuan Sriwijaya, saat upacara perkawinan putrinya dengan Airlangga dari kerajaan Bali. Untungnya, pada serangan itu Airlangga berhasil selamat. Setelah tapa selama tiga tahun, Airlangga membalaskan kekalahan terhadap raja-raja di jawa timur yang membantu Sriwijaya, dan akhirnya berhasil mempersatukan kembali daratan Jawa timur dalam satu panji. 

Dari Kerajaan ini, nantinya muncul dua kerajaan, Jenggala dan Kediri. Bersambung…

No comments