Hot Info

10 Jenis Jamur Tersehat Yang Ada Di Bumi


Berbicara makanan kenyal namun nikmat di lidah ini, memang tiada habisnya. Diperkirakan terdapat empat belas ribu spesies jamur yang baru di identifikasi, dan masih terdapat ratusan jenis jamur di luar sana yang menunggu untuk di temukan. Menjadikannya organisme unik sekaligus misterius yang ada di planet bumi.

Selain itu, manfaat nya pun sungguh luar biasa, beberapa jenis ada yang dapat dimakan, menjadi obat untuk penyakit tertentu, bahkan ada juga yang bersifat membunuh, karena mengandung racun saraf mematikan. Semuanya tergantung dari jenis jamur yang kita temukan di alam.

Nah, dari sekian banyak jenis jamur yang ada di dunia ini, kita dapat membaginya menjadi 4 kategori utama, yakni: Saprotrophic, mycorrhizal, parasitic dan endophytic. Pembagian ini di dasarkan pada cara bagaimana mereka mencarai makan demi kelangsungan hidupnya.

A. Saprotrophic
Saprotrophic merupakan jenis jamur yang bersifat dekomposer atau pengurai. Mereka melepaskan sejumlah asam dan enzim yang mampu mengurai jaringan mati menjadi molekul-molekul kecil yang nantinya diserap oleh mereka. Jaringan mati yang dimaksud bisa berasal dari kayu, tumbuhan mati bahkan bangkai hewan bisa di urai dan menjadi tempat hidup jamur jenis ini.

Apapun semua yang mati di atas tanah, oleh saprotrophic akan di urai tanpa tersisa. Bayangkan, betapa pentingnya keberadaan mereka dalam rantai makanan, selain memenuhi kebutuhan sendiri, mereka pun secara tidak langsung menyuburkan tanah.
Yang menjadi menarik, diantara jenis jamur ini, ada yang dapat dicicipi dan berfungsi menjadi obat. Diantaranya: Reishi, Shiitake, white button, oyster, dan maitake.

B. Mycorrhizal
Jenis jamur ini bertahan hidup dengan melakukan kerjasama dengan pohon atau tumbuhan lainnya. Mycelia atau bagian jamur yang kontak dengan tumbuhan, masuk melalui sela-sela akar pohon. Ada dua cara, pertama langsung masuk menyelip dalam sel akar (endomycorrhizal) atau kedua, hanya membungkus di sekliling akar (ectomycorrhizal).

Menariknya, hampir 95% tumbuhan berbentuk mycorrhizzal bekerjasama dengan jenis jamur ini. Kerjasama ini menghasilkan beberapa jamur yang enak untuk dikonsumsi, misalnya porcini, chanterelles, black truffle.

C. Parasitic
Parasitic merupakan jenis jamur yang hidup sebagai inang pada tumbuhan. Berbeda dengan mycorrhizzal, parasitic hidup pada tumbuhan inangnya secara sepihak, bahkan berani menginfeksi dan membunuh pohon inangnya sendiri.

Walaupun memiliki titel sebagai parasit, beberapa diantaranya memiliki fungsi sebagai obat, misalnya chaga.

D. Endophytes
Jenis jamur Endophytes memiliki keunikan dan memiliki tipe simbiosis yang misterius. Mereka dapat bersifat seperti saprophytic dan mycorrhizal di sisi lain, namun bisa juga bersfiat parasitic pada waktu yang lain. Kemampuan ini masih misterius dan diteliti oleh para ahli jamur.


Setelah kita mengetahui keempat kelompok jamur, perlu diketahui juga di luar sana terdapat beberapa jamur paling sehat, yang telah banyak membantu memperbaiki kesehatan manusia.

Berikut sepuluh jenis jamur tersehat yang tumbuh diatas permukaan bumi

1. Reishi
Reishi, gambar mushroomsworld.wordpress.com
Dari kejauhan, jamur ini terlihat seperti bunga berwarna putih atau coklat yang lagi mekar di samping pepohonan. Reishi tergolong jenis jamur saprotrophic yang aman untuk dikonsumsi bahkan menyehatkan. Kandungan asam ganoderik-nya diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Di tiongkok, jamur ini dikenal sebagai Lingzhi, dimana menjadi makanan para bangsawan selama ratusan tahun. Dari penelitain, diketahui jamur ini memiliki sifat anti-bakteri, anit-viral, anti-fungal, anti-kanker yang semuanya bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


2. Shiitake
Shiitake, gambar huffingtonpost.com
Mendengar nama jamur satu ini mungkin lidah kita akan tertuju pada negara Jepang. Yap, benar sekali, Shiitake merupakan kuliner khas dari negeri matahari terbit. Selain lezat, jamur ini mengandung sejuta manfaat.

Jamur ini kaya akan vitamin D, dan memiliki zat yang bersifat anti-tumor yang disebut lentinan. Berdasarkan penelitian pada 2011, memperlihatkan jamur yang diberikan pada 52 relawan orang dewasa, dimana mereka secara rutin mengkonsumsi shiitake empat kali sehari, memperlihatkan perbaikan funfsi gamma delta T-cells dan meningkatkan fungsi protein.


3. Oyster
Oyster, gambar freshcropmushrooms.com
Jenis jamur ini banyak tumbuh subur di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Oyster kaya akan protein (30% saat kering), vitamin B, rendah kolesterol dan memiliki zat yang mampu menurunkan kadar kolesterol tubuh.

Berdasarkan penelitian pada 2004 silam, jamur ini dipercaya mampu meringankan beban pengidap HIV. Keampuhan ini berkat senyawa anti-retroviral.


4. Porcini
Porcini, gambar pinterest.com
Dagingnya yang berisi, dan bentuknya yang menyerupai jamur Portobello, ternyata memiliki keampuhan sebagai zat anti-peradangan. Porcini mengandung zat ergosterol yang bersifat cytotoxity, yang ampuh melawan sel-sel yang merusak tubuh.


5. White Button
White Button, gambar pinterest.com
White Button disebut juga jamur putih merupakan jamur yang umum dibudidayakan dan di konsumsi di seluruh dunia. Sejak jaman dulu, jamur ini telah menemani para petulang di saat-saat genting. Bahkan, di mesir jamur ini hanya dimakan oleh kalangan bangsawan, termasuk firaun.

Selain lezat dan mudah di masak, jenis jamur ini dipercaya mampu menurunkan resiko timbulnya kanker payudara dan prostat.


6. Maitake
Maitake, gambar gourmetmushrooms.wordpress.com
Jenis jamur ini memiliki sejuta manfaat, diantaranya berfungsi sebagai anti-kanker, anti-viral, peningkat sistem immune, mengontrol tekanan darah dan kadar gula dalam darah.

Dari penelitian ditemukan bahwa ekstrak maitake sangat bermanfaat bagi para pasien yang rentan terhadap diabetes.


7. Shimeji
Shimeji, gambar freshcropmushrooms.com
Jamur ini secara turun temurun telah digunakan oleh masyarakat jepang untuk mengobati gangguan pernapasan, seperti asma dan tumor. Khasiat ini disebabkan kandungan beta-glucans yang dimiliki shimeji, yang bersifat anti-alergi.

Senyawa beta-glucans juga dikenal sebagai salah satu obat alami peningkat sistem kekebalan tubuh. Bahkan, khasiatnya mampu melawan pertumbuhan tumor.


8. Chanterelle
Chanterelle, gambar wshg.net
Chanterelle dikenal sebagai jamur dengan kandungan vitamin B paling tinggi, khususnya vitamin B1, B2, B3 dan B5. Perlu diketahui, keberadaan vitamin B dalam tubuh berperan penting untuk merubah karbohidrat menjadi energi dan memelihara sistem pencernaan.


9. Black Truffle
Black Truffle, gambar volusion.com
Jamur satu ini sering dipakai dalam masakan italia, dan konon memiliki rasa dan aroma yang unik. Orang yang mencicipi nya akan selalu ingin kembali untuk mencobanya lagi dan lagi.

Dari penelitian, ternyata black truffle mengandung zat yang disebut “bliss molecule” yang fungsinya hampir sama seperti THC (tetra hydro cannabinol), dimana THC ini ditemukan di dalam mariyuana.

Penelitian dari Universitas Roma, menemukan bukti lain, ternyata black truffle memproduksi senyawa penting yang disebut anandamide, yakni senyawa kimiawi yang dapat meningkatkan perasaan mood, merubah perilaku, memperpanjang daya ingat dan mengurangi perasaan depresi dan rasa sakit pada organ otak.


10. Chaga
Chaga, gambar shopify.com
Selama berabad-abad jamur ini telah dikenal dan dikonsumsi oleh sebagian besar negara di benua Asia. Khasiatnya hampir sama dengan daun teh, yakni memiliki sifat anti-oksidan kuat.

Namun, saat ini chaga tengah populer di negara barat karena eksrak jamur chaga memiliki sifat menyembuhkan sel-sel yang terpapar tekanan oksidatif. Selain itu,  chaga juga mengandung pigmen hitam yang disebut melanin (anti-oksidannya lebih kuat dari polyphenols).

Saat ini chaga tergolong makanan super untuk melawan berbagai macam penyakit, mulai dari diabetes, gangguan kardio, sistem imune, melindungi kerusakan DNA dan kolesterol.

Demikian jenis jamur tersehat di atas permukaan bumi, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Mushroom
http://www.healthfitnessrevolution.com/
http://www.mushroom-appreciation.com/

No comments