Hot Info

10 Kawah Mengaggumkan Bekas Hantaman Meteor


Saat kita mempelajari bumi, tidak henti-hentinya kita akan dibuat kagum oleh struktur geologisnya, salah satunya kawah bekas hantaman meteor.

Kawah (crater) biasanya terbentuk dari bekas letusan gunung berapai, namun beberapa kawah di bumi ada juga  yang terbentuk ketika benda luar angkasa, misalnya meteor, asteroid atau komet mendekati orbit lalu menghantam permukaan bumi.

Perlu diketahui, saat awal mula pembentukan tata surya, jumlah meteor yang masuk ke orbit bumi sangatlah banyak, dan berkurang saat bumi mulai memiliki atmosfer yang cukup tebal. Namun, beberapa meteor berukuran besar, masih mampu menerobos orbit dan menimbulkan “kiamat” bagi hewan yang hidup zaman itu, yakni dinosaurus.

Berdasarkan seorang peneliti astronomi dari LAPAN, Thomas Djamaludin, meteor terdiri dari tiga jenis:
  • Meteor yang mengandung logam saja, biasanya logam besi dan nikel. 
  • Meteor yang mengandung batuan saja, biasanya dari jenis karbon dan silikat. 
  • Meteor yang kandungannya campuran, logam dan batuan.

Sampai saat ini terdapat sekitar 170 kawah hasil tabrakan meteor yang baru teridentifikasi. Besarnya, mulai dari berdiameter beberapa meter hingga 300 kilometer, dan kebanyakan terbentuk pada rentang waktu 200 juta tahun yang lalu.

Nah, pada kesempatan kali ini yuukeren akan mengulas sepuluh kawah bekas hantaman meteorit paling mengaggumkan. Enjoy read!!.

10. Tenoumer
Tenoumer, gambar pinterest.com
Bentuknya hampir melingkar sempurna, tenoumer merupakan kawah bekas hantaman meteor yang letaknya di barat padang pasir sahara, tepatnya di negara Mauritania. Cekungan tenoumer memiliki diameter 1,9 km dan kedalaman 100 meter.

Sebelum disahkan sebagai salah satu kawah yang disebabkan benda luar angkasa, tenoumer dulunya di duga sebagai hasil letusan gunung berapi. Namun, para ahli geologi menemukan fakta, bahwa bebatuan yang seakan meleleh oleh lava, ternyata hasil bentukan tubrukan meteor antara rentang waktu 10 ribu - 30 ribu tahun yang lalu.


9. Roter Kamm
Roter Kamm , gambar panoramio.com
Terletak di sebelah barat daya padang pasir Namib, Namibia, kawah roter kamm masih dapat terlihat dengan diameter 2,5 kilometer dan kedalaman 130 meter. Bentuk geologis ini dikarenakan hantaman meteor sebesar kendaraan SUV sekitar 4-5 juta tahun yang lalu.

Untuk menemukan roter kamm di darat, mungkin agak sulit, karena tertutupi pasir setinggi 100 meter, namun jika kita menelusurinya dengan pesawat terbang, bentuk roter kamm akan terlihat jelas. Perpaduan warna oranye-merah padang pasir Namib dengan kawah roter kamm, menjadikannya pemandangan unik seperti berada di permukaan bulan.


8. Lonar
Lonar, gambar mumbaitravellers.in
Sebuah danau indah di Maharashtra, Lonar, ternyata dulunya merupakan kawah yang terbentuk sekitar 50 ribu tahun yang lalu ketika meteor menghantam permukaan danau skenik ini.

Uniknya, air di danau ini berasa asin, merupakan hasil geologis alami batuan basaltik yang bercampur dengan air hujan, pada kawah selebar 1,2 kilometer dengan kedalaman 137 meter.

Selain memiliki warna air yang indah, di sekeliling danau, terdapat beberapa reruntuhan kuil, salah satunya Daityasudan, yang terletak di tengah kota Lonar.


7. Monturaqui
Monturaqui, gambar skyiron.eu
Kawah meteor selanjutnya terletak di selatan San Pedro de Atacama, Cili yakni Monturaqui. Walaupun memiliki diameter setengah kilometer dengan kedalaman 35 meter, namun bentuk deformasi monturaqui terlihat jelas.

Cekungan ini ditemukan oleh Joaquin Sanchez Rojaz pada 1962. Bentuk monturaqui hampir persis dengan kawah yang ditemukan kendaraan penjelajah spirit di Mars pada tahun 2004 silam. Monturaqui terbentuk sekitar satu juta tahun.


6. Gosses Bluff
Gosses Bluff, gambar asac.com.au
Terletak di tengah-tengah benua Australia, The Gosses bluff merupakan kawah yang terbentuk akibat hantaman asteroid atau komet sekitar 142 juta tahun yang lalu. Aktivitas geologis seperti erosi, membuat kawah yang tadinya selebar 22 km, menyusut sekarang menjadi 6 km saja.

Diperkirakan cekungan ini merupakan satu dari beberapa meteor yang menyebabkan punahnya kehidupan dinosaurus kala itu. Uniknya gosses bluff oleh suku aborigin setempat disebut Tnorala, yakni tempat keramat nenek moyang mereka.


5. Tswaing
Tswaing, gambar flickr.com
Tswaing terbentuk sekitar 220 ribu tahun yang lalu dari chondrite atau batu meteorit berdiameter 50 meter. Sekarang di sekeliling kawah tswaing ditumbuhi vegetasi hijau dan kalau hujan tiba, ditengah-tengah tercipta danau kecil.

Dari artefak yang ditemukan disana, diketahui tempat ini sering digunakan oleh manusia zaman dulu untuk berburu dan mengumpulkan garam. Saat penduduk Eropa hijrah ke Afrika selatan, tempat ini disebut salt-pan atau tempat garam.


4. Pingualuit
Pingualuit, gambar wondermondo.com
Pingualuit merupakan kawah bekas hantaman meteorit yang terbentuk sekitar 1,4 juta tahun yang lalu. Konon kekuatan hantaman meteor setara dengan 8500 kekuatan bom atom yang jatuh di kota Hiroshima.

Dari ledakan dahysat tersebut, terbentuk kawah skenik berdiameter 3,44 km dengan elevasi bervariasi, dipinggir tanah naik setinggi 160 meter sedangkan ditengah-tengah dalamnya 400 meter.

Uniknya, cekungan raksasa pingualuit terisi air hujan dan salju, sehingga membentuk danau indah dengan kedalaman 270 meter. Airnya pun digadang bebas polutan dan murni.


3. Amguid
Amguid, gambar panoramio.com
Amguid tergolong kawah muda, tercipta sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Terletak di barat daya Algeria. Bentuk kawah berupa lingkaran sempurna, berdiameter setengah kilometer dengan kedalaman 65 meter.

Cekungan ini ditemukan oleh orang Eropa pada 1948, dan ilmuan yang pertama kali meneliti dan menyimpulkan cekungan ini disebabkan oleh meteor yakni Jean-Philippe Lefranc pada 1969. Keunikan amguid yakni, ditengah-tengah terdapat semacam padang pasir kecil, kontras berbeda dengan batuan yang ada di bibir kawah.


2. Wolfe Creek
Wolfe Creek, gambar flickr.com
The wolfe creek merupakan kawah meteorit yang terletak di Australia, terbentuk sekitar 300 ribu tahun yang lalu. Diprediksi meteor bermassa 50 ribu ton penyebab terbentuknya cekungan berdiameter 875 meter ini.

Saat tercipta kedalaman kawah sekitar 120 meter, namun sekarang, seiring masuknya pasir yang terbawa angin, kedalaman cekungan menjadi 60 meter. Uniknya, sejumlah material batuan angkasa masih dapat ditemukan di tempat ini.


1. Barringer
Barringer, gambar wikimedia.org
Barringer merupakan kawah bekas hantaman meteorit paling terkenal yang ada di permukaan bumi. Cekungan ini dinamakan Barringer, karena orang yang pertama kali, Daniel Barringer, yang meneliti dan menyimpulkan bahwa tempta ini disebabkan hantaman meteor.

Dari pengukuran, diameter barringer sekitar 1,2 km dengan kedalaman 170 meter, dan tanah di bibir cekungan naik setinggi 45 meter.  Barringer tergolong muda, terbentuk sekitar 40 ribu tahun lalu oleh meteorit berkomposisi besi selebar 50 meter dan berat 100 ribu ton. Diprediksi benda luar angkasa ini menghantam dengan kecepatan 12,8 km/detik!!!!.

Demikian kesepuluh “cekungan besar” mengaggumkan bekas hantaman meteor, semoga informasi kali ini menambah wawasan kita semua.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Impact_crater
https://m.tempo.co/
http://www.wondermondo.com/

No comments