Hot Info

10 Motif Batik Terpopuler Di Indonesia


Sejak ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya asli Nusantara oleh UNESCO pada tahun 2009 silam, konsumsi pakaian batik meningkat setiap tahunnya. Salah satu daya tariknya yakni pakaian ini memiliki segudang corak atau motif batik yang tidak bosan untuk dikoleksi.

Zaman dulu, motif batik menunjukan status seseorang, karena proses membatik (menggambar motif) merupakan tradisi turun temurun, sehingga motif batik menjadi ciri khas dari batik yang diproduksi keluarga tertentu. Misalnya, batik keraton Yogya yang hanya dikenakan para sultan dan keluarga Yogyakarta saja.

Diprediksi, ada ribuan motif batik yang telah diciptakan oleh para pengrajin di seluruh Nusantara. Dari ribuan motif batik tersebut, pada dasarnya dapat kita kelompokan menjadi tujuh kelompok besar, yakni:

1. Parang, merupakan motif batik yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo). Corak ini termasuk motif paling tua di Indonesia. Contohnya: batik parang klitik, batik parang rusak, batik parang barong, dan batik parang slobog.

2. Geometri, merupakan corak batik yang ornamen-ornamennya berupa susunan geometris. corak ini juga termasuk paling tua, karena telah dikenal dan digunakan sejak zaman prasejarah. Contohnya: batik gambir saketi, limaran dan lain-lain

3. Banji, merupakan corak batik berupa silang yang diberi tambahan garis-garis pada ujungnya dengan gaya melingkar kekanan atau kekiri. Motif ini sering dikelompokan juga pada geometri. Contohnya: batik swastika, batik banji bengkok dan lain-lain 

4. Tumbuhan Melanjar, merupakan corak batik berupa gambar tumbuhan yang menjalar. Motif ini lebih ekspresif dan terlihat ruwet, nmaun terkesan hidup dan tidak sekaku motif parang, geometri dan banji. Contohnya: batik cokrak-cokrik, batik luwung klewer dan batik semen yogya. 

5. Tumbuhan Air, merupakan corak batik berupa gambar tumbuhan berair, yang mengambang atau tenggelam. Motif ini juga se-ekspresif motif tumbuhan melanjar. Contohnya: batik ganggong.

6. Bunga, merupakan corak batik berupa gambar bunga dan bagian-bagainya seperti daun dan mahkotanya. Contohnya: baitk kembang kenikir, batik truntum

7. Satwa dan kehidupan, merupakan corak batik berupa ragam fauna dan flora tertentu. Contohnya: batik gringsing dan batik sido mukti.

 

Berikut 10 Motif Batik Paling Populer di Indonesia

10. Motif Kawung (Jawa Tengah)

Motif Kawung, gambar batikbro.wordpress.com
Motif kawung terinspirasi dari bentuk buah kolang kaling. Bentuk kolak kaling yang bulat lonjong tersebut disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif kawung sering diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang di tengahnya.

Motif ini hampir bisa ditemui di seluruh daerah Jawa Tengah da Yogyakarta. Secara umum kerangka motifnya sama, yang berbeda hanya pada hiasan atau aksennya saja. Motif ini terlihat sederhana dan merakyat, namun tidak membosankan, sehingga banyak dipakai oleh orang Indonesia.

9. Motif Sogan (Jawa Tengah)

Motif Sogan, gambar batikdjokosantoso.blogspot.co.id
Motif sogan merupakan salah satu jenis corak batik bernuansa klasik kejawa tengahan, yang didominasi warna gelap seperti hitam dan coklat. Dinamakan sogan dikarenakan, proses pengerjaan batik ini menggunakan pewarna alami, diambil dari batang kayu pohon soga.

Motifnya sendiri, kebanyakan berupa bunga dengan aksen titik-titik atau lengkung garis. Seperti halnya motif keraton, batik ini dulunya dipakai para Raja Jawa, khususnya kesultanan Solo. Namun, sekarang motif ini telah umum digunakan oleh siapa saja.

8. Motif  Priyangan (Tasikmalaya)

Motif  Priyangan, gambar disparbud.jabarprov.go.id
Motif batik berikut merupakan salah satu corak yang berasal dari tanah Sunda, tepatnya berasal dari kota Tasik. Batik tasik memiliki kekhasannya tersendiri, dibandingkan batik cirebon, karena motifnya mengangkat tema flora dan fauna, khususnya tumbuhan liar seperti rumput, yang digambar secara rapi dan simetris.

Makanya, motif priyangan bagi sebagian orang yang paham akan keindahan, akan timbul kesan elegan saat memakai pakain batik ini. Untuk warnanya pun, motif priyangan didominsi warna terang tetapi kalem, yang cocok dikenakan remaja dan orang dewasa. Saat ini, motif priyangan telah menjadi pilihan orang sunda untuk menghadiri berbagai acara formal, seperti pernikahan, wisuda dan acara resmi lainnya.

7. Motif Mega Mendung (Cirebon)

Motif Mega mendung, gambar doddyrizqi.blogspot.com
Motif batik yang berasal dari daerah Cirebon ini memiliki corak yang sederhana namun mempunyai aura yang terkesan mewah. Karena bentuk motif berupa awan yang berwarna cerah dengan latar langit (mega) yang sedang mendung.

Bentuk awan yang bergelombang terlihat elegan inilah yang menjadikan mega mendung sangat cocok dipakai orang tua maupun anak muda, baik perempuan maupun laki-laki. Menjadikan motif batik ini banyak dicari dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat.

6. Motif Pring Sedapur (Mojokerto)

Motif Pring Sedapur, gambar bagaskara.co.id
Motif batik yang berasal dari magetan ini termasuk jenis satwa dan kehidupan, dimana menggambarkan tumbuhan bambu sebagai corak utamanya. Sedangkan motif pelengkapnya berupa burung merak yang bertengger di rumpun bambu tersebut.

Latar dalam motif ini dibuat dengan cara meremukan malam/lilin yang digunakan untuk menutup latar kain sehingga warna lain bisa dimasukan dan menimbulkan kesan retak-retak. Motif ini diberi warna sogan (biasanya coklat, putih susu) sehingga menimbulkan kesan klasik.

5. Motif Tujuh Rupa (Pekalongan)

Motif Tujuh Rupa, gambar twitter.com
Motif tujuh rupa termasuk jenis motif bunga. Batik ini berasal dari daerah pekalongan dan diduga telah ada sejak 1800an. Batik pekalongan umumnya menampilkan nuansa flora dan fauna, namun khusus untuk motif tujuh rupa, motif bunga lebih ditonjolkan.

Motif ini banyak disukai oleh para perempuan, karena isen-isen yang ditampilkan begitu cantik, bercampur dengan gambar bunga. Selain itu, warna yang kalem, tidak terlalu menonjol, cocok untuk dikenakan pada segala acara.

4. Motif Sekar Jagad (Jawa Tengah)

Motif Sekar Jagad, gambar tokopedia.com
Motif sekar jagad merupakan salah satu corak batik khas Jawa Tengah, tepatnya berkembang di Solo dan Yogyakarta sekitar abad ke-18.  Dari segi bahasa, sekar jagad berarti sekar (bunga) dan jagad (dunia), yang bermakna batik yang mengambarkan keindahan bunga di seluruh dunia.

Karena tema yang diangkat motif batik ini adalah bunga dan dunia, maka gambar bunga yang terlukis pada kain sangat beragam, ada yang menjalar, dan ada juga yang mengambang dalam air. Selain itu, untuk ada pola seperti pulau atau peta yang yang mengmbang di sekitar bunga tadi.

3. Motif Rumbai Singa (Malang)

Motif Rumbai Singa, gambar batikshuniyya.wordpress.com
Motif rumbai singa berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Batik malang sendiri mempunyai ciri umum, diantaranya berpola tanaman, berpola simbol-simbol kota malang, atau candi-candi khas malang.

Khusus untuk motif rumbai singa, terdapat isen-isen berupa gambar tugu malang sebagai motif utama yang disanding oleh rambut singa berwarna putih, menyimbolkan lambang kabupaten malang.

Rumbai singa, mewakili kultur atau budaya masyarakat malang pada waktu kerajaan, yang memiliki jiwa pemberani dengan semangat yang membara dan pantang menyerah seperti “Singo Edan”, hingga menjadi lambang Malang saat ini.

2. Motif Keraton (Yogyakarta)

Motif Keraton, gambar terbaru2017.com
Motif keraton pada awalnya diciptakan hanya untuk para keluarga bangsawan Yogyakarta. Namun, setelah Indonesia merdeka, aturan tabu tersebut tidak berlaku lagi dan rakyakt biasa pun sudah biasa memakai motif ini.

Corak keraton melalmbangkan kearifan, kebijaksanaan, dan juga kharisma raja-raja Jawa kala itu. Ciri khas motif keraton yakni gambar bunga yang simetris atau gambar burung liar. Karena nilai historis dan keindahannya, motif batik ini paling banyak dipakai oleh orang Indonesia maupun orang luar negeri.

1. Motif Parang Rusak (Solo)

Motif Parang Rusak, gambar kesolo.com
Motif parang rusak merupakan salah satu jenis motif batik yang telah ada pada masa kerajaan Kartasura (sekarang Solo). Konon motif ini diciptakan oleh panembahan Senopati saat bertapa di pantai selatan.

Motif ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Corak ini memiliki makna manusia hendaknya mampu melawan/mengontrol hawa nafsu –nya sendiri setiap waktu, seperti ombak yang tidak pernah lelah.

Dulunya, motif parang rusak hanya dikenakan oleh para penguasa atau kesatria. Selain itu, hanya segelintir orang yang mampu membuat motif ini, karena dibutuhkan konsentrasi tinggi, kesabaran dan ketenangan, karena konon jika ada kesalahan saat pembuatan motif, akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut.

Selain kesepuluh motif diatas, masih banyak motif batik lainnya yang tak kalah menariknya, namun yang paling banyak digunakan yakni sepuluh motif diatas, dengan asumsi hampir 60% penduduk Indonesia terkonsentrasi di Jawa.

Kemudian saat ini tengah ngetrend memadukan dua lebih motif dalam satu kain, Misalnya saja motif parang dipadupadankan dengan kawung atau bunga.
Motif Parang dicampur bunga gambar mulpix.com
Motif Parang rusak diselingi kawung, gambar marinaelphic.wordpress.com
Demikian ulasan mengenai sepuluh motif batik terpopuler, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Motif_batik
https://jawatimuran.net/
http://www.karyaindonesia.net/
http://obatrindu.com/

No comments