Hot Info

Mengenal Jenis dan Bentuk Atap Rumah



Saat akan membangun sebuah atap rumah, memilih material dan bentuk/model merupakan suatu bagian penting agar rumah yang dihasilkan terlihat cantik, utamanya melindungi seluruh bagian dalam rumah beserta penghuninya dari air hujan dan terpaan sinar matahari.

Perkembangan sebuah atap atau ubin tidak terlepas dari insting nenek moyang manusia zaman dulu, dalam membangun sebuah hunian. Mereka menggunakan dedaunan sebagai bahan utama atap. Daun yang dipakai, mulai dari daun jerami, gandum, pisang, dan lain-lain.

Kemudian, saat abad pertengahan, mulai dikenal atap yang terbuat dari potongan batu tipis (slate), dan dari tanah liat yang dibakar (genteng). Dengan penemuan material ini, maka bangunan di zaman itu lebih terlindungi, lebih-lebih jika digunakan untuk membangun sebuah benteng.

Di zaman sekarang, kedua material ini masih terus dipakai di beberapa tempat karena memiliki usia pakai yang cukup lama, puluhan bahkan ratusan tahun. Namun kekurangannya, kedua material ini memiliki bobot cukup berat, sehigga perlahan mulai di ganti oleh material yang memiliki kekuatan yang sama namun memiliki bobot yang lebih ringan, seperti atap yang terbuat dari bahan sintetik.

Nah, kali ini yuukeren akan membahas jenis-jenis atap rumah, mulai dari material pembentuknya hingga bentuk atap rumah yang lumrah di gunakan saat ini. Keep read!!

Material yang digunakan untuk membuat atap :

  • Jerami
Material ini termasuk paling awal digunakan oleh manusia untuk membuat sebuah atap rumah atau bangunan.  Biasanya material ini masih digunakan oleh masyarakat pedalaman, seperti suku dani dan suku dayak.

  • Rumbia
Rumbia merupakan sejenis material yang biasa digunakan sebagai atap, berasal dari daun pohon rumbia. Pada dasarnya atap rumbia terdiri dari jalinan daun yang dianyam, lalu dijahit pada rangka rotan.◘Material ini banyak digunakan sebagai bahan atap pada bangunan restoran di kota-kota besar yang menganut konsep back to nature. 

  • Genteng
Genteng merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk sedemikian rupa (biasanya persegi panjang, dengan lengkungan di salah satu sisinya), kemudian di bakar dengan suhu tertentu, sampai kondisinya mengeras.

Atap satu ini, memiliki ketahanan luar biasa, melindungi dari hujan, dan menyerap panas sinar matahari. Namun satu kekurangannya, yakni bobot nya cukup berat. Atap ini sangat cocok di gunakan di daerah iklim tropis, karena jika diterapkan pada rumah-rumah beriklim dingin, ditakutkan ambruk saat turun salju.

  • Slate
Atap satu ini terbuat dari potongan batu tipis yang memiliki kekuatan lebih kuat dari genteng, karena tidak mengalami pemanasan sebelumnya. Slate biasanya digunakan oleh bangunan yang menginginkan perlindungan lebih, seperti benteng.

  • Beton
Beton atau concretemerupakan atap yang berkembang saat kerajaan romawi berkuasa. Dulu atap ini terbuat dari campuran material vulkanik seperti pozzolan, kapur, dan batu apung membentuk sebuah beton. Kekuatan material ini tidak diragukan lagi, buktinya dome-dome raksasa yang menempel di atas kastil dan gereja adalah buktinya.

  • Sirap
Sirap, gambar atapkayusirap.com
Sirap adalah sebutan atap yang terbuat dari bahan kayu. Kayu yang digunakan biasanya kayu ulin. Jenis kayu ini cocok sekali dijadikan sebagai atap pendopo (bangunan kontemporer nusantara) atau mesjid zaman dulu. Bahan kayu yang kokoh ini sering juga disebut sebagai kayu besi. Sekarang sirap biasa digunakan pada bangunan yang menonjolkan kesederhanaan namun berkesan mewah.

  • Aspal
Atap satu ini terbuat dari campuran aspal dan bahan kimia lainnya. Kelebihan aspal adalah lebih ringan di banding beton, genteng dan slate. Lalu, material ini tahan terhadap angin kencang, anti-jamur, anti-pudar dan kokoh. Kelemahan dari atap aspal adalah harganya yang mahal. Selain itu ia juga membutuhkan kerangka yang cukup kuat.

  • Metal
Atap yang terbuat dari metal merupakan salah satu penerapan teknologi untuk menciptakan atap yang ringan, anti-jamur, anti-pecah namun memiliki kekuatan hampir sama dengan slate dan genteng.

Logam yang digunakan biasanya terbuat dari baja lapis ringan anti-karat. Kelemahan dari atap ini yakni harganya yang mahal dan pemasangannya memerlukan ketelitian agar setiap sambungan tidak ada celah dan tetap terlihat cantik.

  • Seng
Seng banyak dipilih sebagai atap oleh bangunan warung dipinggir jalan. Mempunyai ukuran yang panjang, atap seng memiliki keunggulan pada minimya rangka yang diperlukan. Bobotnya cukup ringan yang mengakibatkan pemasangan harus dipaku pada rangka. Harga jenis ini paling murah dibandingkan atap lainnya.

  • Asbes
Asbes bentuknya persis seperti seng akan tetapi salah satu keunggulannya adalah tidak menyerap panas. Harganya murah, mudah pemasangan, tahan lama, ringan. Kelemahan atap asbes adalah resiko kesehatan jika asbes telah berumur. Serat asbes yang terbuat dari karbon mudah terlepas dan dapat mengganggu kesehatan pernafasan.

  • Material Sintetik
Beberapa meterial sintetik seperti metal, karet, palstik dan polymer merupakan bahan yang sudah ada dan sedang dikembangkan demi menjawab keinginan konsumen memperoleh material atap yang kokoh namun ringan dan aman bagi kesehatan.

Jenis atap rumah berdasarkan bentuk/model:


1. Mansard

Mansard, gambar asktoddmiller.com
Mansard biasanya digunakan oleh rumah-rumah di Eropa, khususnya Perancis. Jenis atap rumah ini merupakan model empat sisi, dimana terdapat dua lereng pada masing-masing sisinya. Semakin rendah maka kemiringannya lebih curam.

Ciri khas mansard yakni terdapat pada jendela yang seakan-akan bersatu dengan atap. Banyak orang Eropa yang menggunakan jenis ini karena bisa dijadikan ruang tambahan.

2. Gambrel

Gambrel, gambar pinterest.com
Jenis atap rumah yang hampir mirip dengan mansard. Di indonesia, model ini sering dijumpai pada rumah-rumah peninggalan Belanda. Gambrel adalah atap yang mempunyai dua sisi simetris dengan 2 lereng di setiap sisinya. Lereng atas biasanya mempunyai sudut yang dangkal sementara lereng yang rendah kemiringannya lebih curam.

3. Saltbox

Saltbox, gambar rkjuniorllc.com
Model atap rumah ini berkembang di Inggris dan diperkenalkan ke seluruh dunia saat negara tersebut melakukan ekspansi. Desain yang rapi, biasanya berbentuk asimetris, artinya atap yang satu pendek sedangkan sisi lainnya panjang. Jika kita pernah menonton film barat tempo dulu pasti kita bisa melihat model atap satu ini.

4. Limas/Piramida

Limas, gambar youtube.com
Limas merupakan salah satu model atap rumah yang banyak diterapkan di Indonesia. Atap satu ini sebenarnya cocok untuk bagian rumah yang tidak terlalu besar karena perhitungan yang sedikit rumit untuk membuat sebuah piramida.

Kita perlu memperhitungkan panjang, lebar dan tinggi agar setiap sisi atap terlihat presisi. Banyak arsitektur yang menyarankan penggunaan jenis atap ini pada bagian rumah yang memiliki porsi luas tanah yang kecil.


5. Hip

Hip, gambar storagehedspa.com
Hip adalah atap rumah yang memodifikasi atap jenis limas agar bisa diterapkan pada rumah yang besar. Bentuk ini menggunakan konsep trapesium. Mungkin ini merupakan jenis paling praktis diterapkan sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan model ini.

6. Bonet

Bonet, gambar desainrumahnya.com
Model ini bisa dibilang merupakan kombinasi limas dan hip. Konsep atap rumah bertingkat dan bagian bawah lebih menjorok keluar untuk menutupi ruangan dibawahnya. Salah satu contoh penggunaan jenis ini adalah rumah joglo.

7. Datar

Datar, gambar jualo.com
Bentuk atap paling mudah dibangun adalah datar atau flat. Model ini sering diaplikasikan pada rumah minimalis. Kelebihan jenis ini adalah mudah dibuat dan mudah diakses. Biasanya penggunaanya untuk menutupi bagasi atau halaman rumah.

Sayangnya atap jenis ini membutuhkan perawatan rutin apalagi jika ada banyak puing-puing yang menumpuk di atas.

8. Palang Runcing

Palang Runcing, gambar youtube.com
Palang runcing atau dormermerupakan salah satu jenis atap rumah yang banyak di terapkan di Indonesia. Model ini biasanya hanya berbentuk segitiga jika dilihat dari samping. Atap ini hanya memiliki 2 sisi pokok yang sama/ presisi.

9. Melengkung

Melengkung, gambar megatrussglobal.com
Di Indonesia model melengkung biasanya hanya digunakan untuk pelengkap dan menambah kesan unik pada suatu rumah. Penggunaan atap melengkung menurut banyak pihak merupakan sentuhan estetika yang menawan untuk sebuah rumah. Jenis atap rumah ini biasanya ditempatkan untuk menutupi halaman atau teras.

10. Skillion

Skillion, gambar pinterest.com
Jenis atap yang paling banyak diaplikasikan untuk sebuah rumah minimalis. Pada dasarnya atap ini memiliki permukaan miring tunggal. Skillion merupakan pilihan arsitektur modern dengan membentuk atap rumah multi level dengan konsep dasar atap miring.

Referensi:
http://www.hgtv.com/remodel/outdoors/top-6-roofing-materials
http://majalahasri.com/mengenal-ragam-jenis-atap/
http://www.minirumah.com/10-jenis-atap-rumah-dalam-dunia-arsitektur-306/

No comments