Hot Info

Cara Membuat Fansub Anime Selengkapnya


Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar istilah fansub. Fansub (fan-subtitled) merupakan sebuah kelompok yang memiliki kegemaran untuk mengalihkan bahasa (subtitle) suatu film kedalam bahasa lainnya (bahasa yang digunakan kelompok tersebut). Jika yang diterjemahkan merupakan video anime Jepang, maka disebut fansub anime.

Saat ini, fansub anime telah lumrah dilakukan di seluruh negara belahan dunia ini. Alasannya, tiada lain menariknya cerita dan sedapnya art work gambar para artis manga Jepang yang sayang untuk dilewatkan.

Selain itu, anime dipandang sebagai salah satu hiburan yang murah meriah dan praktis tinggal mendownload di smartphone atau laptop beberapa menit, dan kita dapat menikmati cerita seru dan menarik selama kurang lebih 25 menit.

Biasanya, fansub anime berasal dari para penggemar yang telah lama berkecimpung dalam dunia anime (otaku) atau dari penggemar yang baru saja tertarik terhadap satu judul anime dan membuat fansub anime tersebut.

Namun, perlu diketahui, kegiatan fansub anime ini tergolong ilegal, karena mengalih bahasakan dari Jepang ke bahasa lain, lalu menyebarkannya ke khalayak ramai, dimana anime tersebut memiliki lisensi tersendiri di negara asalnya.

Meskipun faktanya, kelompok fansub tidak mengambil keuntungan finansial dari kegiatan mereka (meskipun ada beberapa), namun umumnya fansub anime melakukannya demi kecintaan mereka terhadap anime dan keinginan berbagi.

Terlepas dari itu semua, pada kesempatan kali ini, yuukeren akan membagi ilmu kepada para pembaca setia, yang ingin membuat fansub anime dari awal (nol) sehingga dapat dinikmati publik.

Secara garis besar ada Tiga Tahap dalam membuat fansub anime


Tahap Awal, Pada tahap ini, kita harus mempersiapkan:

1. Mengumpulkan teman-teman yang memiliki hobi sama.

Teman yang akan diajak membangun fansub anime, tentunya harus memiliki hobi yang sama yakni suka menonton anime, plus memiliki soft skilltertentu, khususnya ahli atau gemar bahasa Jepang, Inggris atau Mandarin.

Truss yang suka ngoprek komputer, bukan yang suka ngerusak :D, maksudnya yang mudah beradaptasi dengan software baru (Aegis, Mkv Tool, dan lain-lain). Nantinya, kita akan mempelajari bagian demi bagian untuk masalah software.

2. Menyiapkan peralatan.

Komputer Desktop, gambar flickr.com
Seluruh kegiatan fansub anime berpusat pada komputer. Kita harus menyiapkan komputer desktop atau laptop yang memiliki sepesifikasi diatas rata-rata. Kenapa, karena nantinya kita akan melakukan proses encodingyang memerlukan memory dan prosesor cukup tinggi. Berikut alat yang dibutuhkan:
  • Komputer: Sebuah komputer PC atau Laptop dengan spesifikasi diatas rata-rata (minimal Core 2 Duo atau X-2) dengan memory minimal 4Gb dan VGA sebesar minimal 512MB dan kapasitas Hardisk besar.
  • Headphones, digunakan dalam proses translasi via pendengaran (biasanya yang ekspert bahasa Jepang). Para fansub anime profesional pastinya ngesub langsung dari video raw (anime tanpa subtitle). Namun, jika anime yang akan disubs telah bersubtitle Inggris, maka alat ini tidak perlu digunakan.  

3. Software, diantaranya:

    1. Aegisub, digunakan dalam proses input teks translasi (TL), translation cheker (TLC), dan editor.  
    2. Mkv Toolsnix, digunakan dalam proses penyatuan subtitle yang telah dihasilkan dari aegis dengan video raw –nya. 
    3. MeGUI, digunakan dalam proese encoder video memperoleh format dan kualitas video yang diinginkan. Biasanya format video meliputi: mkv dan mp4. Sedangkan kualitas video meliputi: 360p, 480p, 720p dan 1080p. 
    4. Nero Aac, digunakan dalam proses encoder audio dengan MeGUI, agar suara video raw muncul. 
    5. Corel Capture, digunakan dalam proses capture atau mengabil gambar dari video raw untuk dijadikan cover anime yang sudah di sub dan...
    6. Beberapa software pendukung seperti AviSynth (pelengkap MeGUI) dan software resizer gambar, seperti Caesium.

    4. Jaringan Internet Super Cepat, digunakan dalam proses download video raw dan upload anime yang sudah jadi.



    Tahap Inti,setelah semua persiapan diatas dilaksanakan, maka masuklah kita pada tahapan utamanya. Pada tahap utama ini anggota fansub anime mempunyai tugas:
    Koordinasi anggota fansub, gambar pribadi

    • Group Coordination, pada tahap ini biasanya diawali dengan pembagian tugas oleh ketua fansub. Koordinasi dibutuhkan untuk mengetahui jadwal terbitnya video raw, melihat kesanggupan para anggota untuk bekerja, dan menetapkan rilisnya anime hasil sub. Selain itu, koordinasi sangat dibutuhkan agar kinerja fansub anime tersebut tetap konsisten.
    • Translator (TL), bertugas menerjemahkan bahasa dari video raw menjadi sebuah teks yang diketik dan disimpan dalam notepad. TL biasanya yang sudah pro dalam bahasa Jepang. TL terbagi dua macam, TL yang langsung menerjemahkan melalui headphone dan TL yang menerjemahkan dari anime bersubtitle Inggris.
    • Translation Checker (TLC), bertugas mengecek kemballi grammer atau tata bahasa saat diterjemahkan. Biasanya TL dan TLC di emban satu orang saja.
    • Script Timing atau Timer, bertugas memasukan/meng-input teks hasil TL ke dalam software Aegisub. Proses ini terbilang cukup lama dan perlu kehati-hatian.
    • Typesetting, bertugas memberi warna fonts, tata letak teks, dan tambahan efek lainnya agar mempercantik hasil sub yang telah dibuat.
    • Editing, bertugas melihat kesesuaian antara munculnya teks dengan munculnya suara. Tugas Timer, Typesetting dan Editing, biasanya dapat diemban oleh satu orang saja. Namun sebaiknya oleh dua orang saja, satu bagian Timer dan satu lagi Typesetting dan Editing.
    • Encoder, setelah teks subtitle dirasa enak dan pas ditonton, barulah tugas seorang encoder menyatukan video raw dengan teks srt hasil dari Aegisub melalui software Mkv Toolsnix. Tugas lainnya, merubah format video yang telah jadi dengan kualitas tertentu menggunakan Software MeGUI atau sejenisnya. Misalnya: 360p mp4 (diperuntukan untuk hp dulu dan Smartphone) dan 480p mkv (diperuntukan untuk tab, smartphone atau komputer pc)
    • Quality Control (QC), bertugas mengecek kualitas anime hasil subban. Langkah ini biasanya telah terlihat oleh orang yang melakukan encoder. Namun, ketua fansub (pemilik website) yang memiliki banyak project biasanya melakukan tugas QC.


    Tahap Akhir, setelah sebuah anime bersubtitle dihasilkan, maka kita masuk ke dalam tahap 3in1. Kenapa demikian, karena pada tahap ini terdapat tiga hal yang saling berkaitan satu sama lain :
    Upload, Publish dan Iklan, gambar shutterstock.com

    • Meng-upload anime pada situs penyedia layanan hosting gratis atau berbayar. Beberapa hosting layanan data yang biasa dipakai untuk menyimpan data video download yakni: Solidfile (sayangnya akan tutup bulan ini), usercloud, savefile, zippyshare, mediafire, clickupload, filefenix, google drive, mirror dan masih banyak lagi.
    • Mem-publish alamat url anime pada web/blog. Artinya, sebuah fansub anime wajib memiliki sebuah website, baik itu berupa blog gratis atau website berbayar. Selain url, pada halaman web juga diberi keterangan seperti review singkat, genre, tahun terbit, dan tentunya cover yang telah dibuat melalui capture corel.
    • Meng-iklankan web/blog fansub ke seluruh orang, melalui media sosial semacam facebook, tweter atau instagram. Selain itu, menawarkan kepada teman dari telinga ke telinga, dirasa lebih efektif.

    Kegiatan upload, publish dan iklan, biasanya dilakukan oleh ketua fansub.

    Apabila kalian paham beberapa langkah diatas, sebenarnya kita telah mempelajari salah satu teknik yang digunakan para teknisi pertelevisian, dalam menghasilkan sebuah film/kartun bersubtitle Indonesia.

    Karena banyak perusahaan pertelevisian memerlukan orang dengan keahlian seperti ini, tidak tertutup kemungkinan, para anggota fansub anime dapat melamar menjadi seorang subtitle-man profesional ke depannya. Akhir kata, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.

    To be continuee...

    Referensi:                    
    https://id.wikipedia.org/wiki/Fansub
    http://blog.honeyfeed.fm/editorial-tuesday-how-to-anime-fansub/

    No comments