Hot Info

10 Dinding Kota Keren Yang Banyak Dikunjungi Wisatawan Mancanegara


Apabila kita menoleh sejarah sebuah kota, beberapa kota jaman dulu selalu dilengkapi dengan dinding kokoh di bagian luarnya, tujuannya tiada lain demi melindungi bangunan beserta penghuni di dalamnya dari serangan musuh.

Biasanya dinding kota dilengkapi juga dengan menara pengawas, sebagai tempat melihat area sekitar luar dinding, jikalau ada musuh yang menyelinap/mendekat. Bahkan beberapa diantaranya, kota dibuat jauh di atas bukit, membuatnya sulit untuk di taklukan. 

Namun, dinding kota yang dulu sulit didekati, sekarang menjadi tempat wisata favorite yang ramai dikunjungi oleh turis di seluruh dunia. Nah, pada kesempatan kali ini yuukeren akan mengulas tentang sepuluh dinding kota keren yang kebanyakan dibangun pada zaman pertengahan... Enjoy read!!

10. Talinn
Talinn, gambar visittalinn.com
Talinn terletak kawasan Baltik, tepatnya di Estonia, Eropa Utara. Dinding kota pertama yang mengelilingi Talinn disebut dinding Margaret, karena Margaret Sambiria lah yang memerintahkan pertama kali untuk membuat kota ini pada 1265.

Saat itu lebar dinding sekitar 1,5 meter antar tiang, lalu diperlebar setiap tahunnya. Pada abad ke-14 , keluarga Talinn diperintahkan raja estonia untuk menjaga dinding kota beserta isinya hingga seperti sekarang ini. Salah satu bagian yang banyak dikunjungi yakni the long leg gate tower, the nun’s gate tower dan fat margaret tower.


9. Diyarbakir
Diyarbakir, gambar kudoybook.com
Dibangun dengan ciri khas arsitektur romawi kuno pada masa kekaisaran Bizantium sekitar abad ke-3, dinding diyarbakir merupakan benteng paling timur yang menandakan wilayah bizantium kala itu. Ciri utama dinding diyarbakir yakni warna nya yang hitam legam, karena memang terbuat dari batuan basalt hitam, seperti tumpukan batu yang membentuk dinding besar cina.

Total panjang dinding kota diyarbakir sekitar 6,4 kilometer dengan lima gerbang utama, 16 benteng, dan 82 menara pengawas. Dinding ini dulunya benteng yang kuat, namun ditaklukan oleh bangsa Turki. Tinggi dinding nya sendiri sekitar 11 meter, dengan lebar antara 3-5 meter persekat. Sungguh dulunya merupakan salah satu bangunan megah pada zaman pertengahan.


8. Mdina
Mdina, gambar maltasothebysrealty.com
Negara kecil di selatan Italia, Malta, ternyata menyimpan sebuah dinding kota indah zaman pertengahan, yakni Mdina. Sejak bangunan ini dibangun, konon kota beserta isinya tetap utuh seperti bentuknya sekarang ini. Terdapat sekitar 250 rumah di balik dinding kota Mdina.

Mungkin lokasinya yang berada jauh dari daratan utama Eropa dan ditengah-tengah pulau, banyak yang enggan menaklukan kota ini. Mdina dibangun oleh bangsa Fenisia, dengan dipengaruhi arsitektur Norman pada bagian dinding utama dan parit. Konon kesatria Hospitaller pernah mengunjungi kota ini pada 1500an.


7. Toledo
Toledo, gambar pinterest.com
Bak batu permata, mungkin kata tersebut tepat menggambarkan bekas ibu kota kerajaan Spanyol, Toledo. Keberadaan Toledo telah ada sejak kekaisaran romawi kuno, tepatnya saat pemerintahan Visigothic.

Saat perkembangan islam, kota ini pun sempat dikuasai, namun pada 1085, kerajaan Spanyol merebutnya kembali dan menjadikannya ibu kota kerajaan. Lalu, pada  1500an, ibu kota kerajaan dipindahkan ke Madrid sampai sekarang.

Kota ini dikelilingi sungai Tajo di ketiga sisi dan dua dinding khas zaman pertengahan pada ke-empat sisi yang lainnya.


6. Harar
Harar, gambar hararigcao.com
Harar adalah kota kuno yang berada di timur negara Ethiopia. Selama ratusan tahun, Harar telah menjadi pusat perekonomian, yang menghubungkan rute perdagangan Afrika dan Arab.

Di dalam kota terdapat 82 mesjid, dimana salah satunya telah berdiri selama 1000 tahun, menjadikannya salah satu kota bersejarah bagi umat islam. Walaupun begitu, toleransi beragama disini cukup tinggi, di tandai dengan adanya kuil kuno yang masih berdiri.

Harar merupakan bagian dari kesultanan Adal, yang ditemukan pada zaman pertengahan di sekitar tanjung Afrika. Pada abad ke-16, di sekeliling kota dibangun dinding, beserta lima gerbang. Dinding ini disebut Jugol, dan masih berdiri kokoh, sekaligus menyimbolkan kemegahan kota Harar kala itu.


5. Avila
Avila, gambar citiesofworld.com
Terletak di sebelah barat Spanyol, kota dengan gaya arsitektur zaman pertengahan ini dibangun diatas bukit bebatuan datar, dimana dulu wilayah sekitarnya masih hutan belantara. Dinding kota Avila cukup tinggi dan besar, melingkari kota secara sempurna. Dinding ini dibangun sekitar abad ke-11 hingga abad ke-12.

Untuk memasuki Avila terdapat sembilan gerbang utama. Untuk pertahanan, kota ini memiliki 88 menara pengawas, dimana semua nya berbentuk lingkaran besar yang mampu menampung banyak pasukan pemanah diatasnya.


4. Xi’an
Xia'an, gambar chinatravelassistant.com
Xi’an merupakan salah satu kota kuno paling penting dan bersejarah di Tiongkok. Berdasarkan catatan sejarah, kota ini telah berdiri selama 3.100 tahun, dimana selama 1000 tahun kota ini telah menjadi ibu kota bagi tiga belas dinasti dan 73 kaisar dikabarkan pernah memerintah disini.

Xi’an juga merupakan ujung paling timur dari jalur sutra dan rumah bagi tentara Terracotta. Tentunya disini juga terdapat dinding kota yang dibangun sekitar abad ke-14 pada masa kekuasaan dinasti Ming.

Tidak tanggung-tanggung, panjang dindingnya mencapai 14 kilometer dengan tinggi 12 meter, 18 gerbang dan 98 menara pengawas. Dinding kota Xi’an cukup besar dan lebar, sehingga kita dapat mengelilingi nya dengan bersepeda secara beramai-ramai.


3. Jerusalem
Jerusalem, gambar firstonethrough.com
Seperti kita ketahui, kota Jerusalem merupakan rumah bagi tiga agama besar: Islam, kristen dan yahudi, yang sampai saat ini berubah menjadi sebuah kota modern. Walaupun begitu, beberapa bangunan bersejarah termasuk dinding kota kuno tetap dipertahankan keasliannya.

Dinding kota jerusalem sampai saat ini masih berdiri kokoh, dan wilayah yang berada didalamnya disebut kota lama. Terdapat empat bagian di dalam kota lama yakni sebagian dimiliki the armenian, kristiani,  yahudi, dan islam.

Kota lama jerusalem dulunya dikelilingi dinding secara utuh sempurna, namun berbagai penaklukan terhadap kota ini menyebabkan dinding asli kota hancur lebur. Pada abda ke-16, saat pemerintahan Ottoman, diputuskan untuk membangun ulang dinding kota baru diatas dinding asli yang masih ada. Konstruksi dimulai pada 1535 sampai 1538. Dan dinding inilah yang masih eksis hingga sekarang ini.


2. Dubrovnik
Dubrovnik, gambar azamaraclubcruises.com
Dubrovnik terletak di pesisir laut Adriatik, tepatnya sebelah selatan Kroasia. Sering disebut mutiara dari Adriatik, karena tempat ini merupakan salah satu destinasi paling ramai dikunjungi para wisatawan yang sedang berkunjung ke wilayah Mediterania.

Dinding kota dibangun hingga ke bibir pantai, demi melindungi para pedagang dari para perompak kala itu. Pada zaman pertengahan, sekitar abad ke-15 sampai 16 kota ini menjadi satu-satunya pesaing berat venisia dalam hal perdagangan.

Keamanan di Dubrovnik tak diragukan lagi, buktinya dinding yang dibangun sekitar abad ke-12 sampai 17 itu masih dapat kita lihat kekokohannya sampai saat ini.


1. Carcassonne
Carcassone, gambar jjfrenchgites.com
Kota Carcassone merupakan salah satu kota dengan dinding paling lengkap dan besar, diantara kota-kota di Eropa bahkan dunia. Sekarang dimiliki Prancis, terletak pada dataran rendah yang tak jauh dari pegunungan bersalju.

Untuk pertahanan, kota ini memiliki dua jenis dinding, sejumlah menara dan barbicans (pos penjagaan khusus) yang dibangun selama bertahun-tahun. Saat wilayah ini dikuasai bangsa Romawi, dinding dibangun dengan batu bata berwarna merah, begitu juga dengan atap menaranya.

Salah satu tempat yang sering dikunjungi yakni the inquisition tower, yang pernah dijadikan tempat syuting film Robin Hood: “Prince of Thieves” pada 1991.

Demikian kesepuluh dinding kota keren yang banyak dikunjungi para wisatawan, semoga informasi kali ini menambah wawasan kita semua.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_cities_with_defensive_walls
http://www.touropia.com/
https://10mosttoday.com/
http://newmantours.com/

No comments