Hot Info

10 Makanan Fermentasi Tersehat Di Dunia


Adakah disini yang suka makan tempe? ternyata tempe tergolong makanan fermentasi paling sehat di dunia lho. Makanan fermentasi merupakan sejenis makanan yang dibuat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme seperti ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari ketiganya di bawah kondisi anaerobik (tanpa oksigen).

Ragi, bakteri dan fungi yang digunakan pun adalah mikroorganisme yang memberi dampak positif terhadap makanan yang difermentasi. Makanan fermentasi biasanya memiliki sifat agak berbeda dengan bahan asalnya. Cabang ilmu yang mempelajari secara khusus tentang fermentasi yakni zimologi.

Manfaat utama dengan ditemukannya makanan fermentasi yakni:
1. Memperkaya variasi makanan, mulai dari aroma, rasa dan tekstur makanan 
2. Makanan lebih awet dari bahan asalnya, misalnya keju lebih tahan lama dibandingkan susu 
3. Memperkaya nutrisi makanan 
4. Berkurangnya senyawa anti-nutrien 
5. Mengurangi waktu dan sumber daya dalam memproses makanan.


Teknik fermentasi sendiri telah ada sejak zaman pra-sejarah, diperoleh dengan ditemukannya minuman beralkohol yang terbuat dari buah-buahan, beras dan madu bertanggal 7000-6600 sebelum masehi di Jiahu, Tiongkok. Lalu, minuman anggur 6000 SM di Georgia, lalu kendi berusia 7000 SM di Iran, dan di beberapa tempat lainnya.

Untuk teknik fermentasi modern, dimulai saat Louis Pasteur menyelidiki perubahan gula menjadi alkohol saat yeast(mikroorganisme anaerob) ditambahkan. Proses ini oleh Louis disebut “ferments”.  Dari temuan Louis ini, manusia dapat mengubah sifat suatu makanan menjadi lebih bernutrisi dengan bantuan mikroorganisme anaerob (tanpa oksigen).

Saat ini, makanan fermentasi telah menjadi salah satu sumber makanan tersehat bagi masyarakat dunia, apa sajakah makanan fermentasi tersebut, berikut ulasan lengkapnya.

10. Yogurt
Yogurt, gambar foodsofourlives.com
Siapa yang rajin makan yogurt? Makanan fermentasi satu ini kaya akan probiotik yang memiliki sejuta manfaat, diantaranya menyehatkan usus, menyehatkan pembuluh darah dan dapat meningkatkan level triglyceride.

Yogurt dibuat dengan memasukan bakteri tertentu, misalnya dari jenis Streptococcus salivarius subsp. thermophilus atau dari jensi Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan tertentu.

Prinsipnya, setelah bakteri bercampur dengan susu, mereka akan merubah susunan kimia gula pada susu dan akhirnya melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat (pH antara 4 sampai 5), menyebabkan protein susu memadat.

Kelebihan yogurt dibandingkan bahan asalnya (susu) yakni dapat dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa pada yogurt telah dirusak oleh bakteri. Yogurt juga kaya akan beberapa vitamin dan mineral penting.

Saat akan membeli yogurt, perhatikan tiga hal berikut, pertama terbuat dari susu sapi, kambing atau domba? kedua, rumput apa yang dimakannya? dan terakhir, apakah ada label organik? Ketiga pertanyaan ini dapat kita lihat pada label keterangan makanan, yang biasa menempel.

9. Raw Cheese
Keju Mentah, gambar seriouseats.com
Keju mentah atau raw cheese merupakan keju yang dibuat dari susu tanpa pasteurisasi. Maksudnya, susu yang digunakan mentah tanpa pemanasan terlebih dahulu. Susu yang digunakan dapat berasal dari susu sapi A2, kambing atau domba.

Cara mengambil susu nya pun harus dalam keadaan sterill, baik orangnya maupun peralatannya. Lalu, saat mencampur susu dengan rennet dalam keadaan kedap udara, agar tidak ada mikroorganisme lain yang masuk. Makanya, pembuatan keju mentah dilakukan secara mekanis.

Konon, makanan fermentasi ini memiliki kandungan probiotik paling tinggi dibandingkan dibandingkan keju dengan susu pasteurisasi. Selain itu, keju mentah dapat menyembuhkan beberapa gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan, sistem kekebalan dan membunuh bakteri jahat di usus.

Yang perlu diperhatikan, keju mentah cocok untuk olahan makanan, dan tidak cocok dikonsumsi oleh ibu hamil.

8. Pickle Cucumber
Pickle Cucumber, gambar epicurious.com
Pickle merupakan sejenis makanan dari Asia timur yang dibuat dengan memfermentasi suatu bahan makanan sehingga memiliki masa awet lebih panjang dengan tekstur dan rasa yang unik. Bahan makanan yang dapat pickling, mulai dari daging, buah-buahan, telur dan sayuran.

Pickle cucumber merupakan pickle yang berbahan dasar mentimun yang saat ini digemari oleh sebagian besar orang Amerika dan Kanada. Mereka menyimpan sayuran seperti mentimun dalam botol toples kaca, yang didalamnya dimasukan juga cairan garam dan cuka dengan kadar 10% sampai 16%. Tujuannya agar pada mentimun terjadi proses fermentasi alami dengan bantuan garam.

Selain memiliki cita rasa asam, makanan fermentasi ini kaya akan vitamin dan mineral serta anti-oksidan cukup tinggi. Dipercaya, makanan ini dapat menolong orang yang kekurangan vitamin K.

7. Kefir
Kefir, gambar yoganonymous.com
Apabila kita jalan-jalan ke daerah Turki atau Rusia Timur, kita akan menjumpai minuman fermentasi satu ini, kefir. Kefir merupakan minuman tradisional yang terbuat dari susu sapi, kambing atau domba yang cara pembuatannya dengan memasukan butiran kefir kedalam wadah.

Asal usul bibit kefir sendiri masih misterius. Konon, bibit kefir diberikan oleh Nabi Muhmmad Saw kepada rakyat Kaukasus (Rusia dan sebagian Turki) dan menjadi semacam “pusaka” yang diwariskan secara turun termurun.

Menurut penelitian, bibit kefir berasal dari bantalan dari kaktus Opuntia, berupa butiran agak keras. Butiran ini mengandung sejumlah mikroorganisme baik sekitar 60 jenis, lebih banyak dibandingkan bibit yogurt. Bibit kefir dapat dikembangkan di dalam larutan gula.

Seperti halnya yogurt, kefir kaya akan protein, kalsium, vitamin B, potasium dan sejumlah probiotik lainnya. Kefir juga memiliki rasa yang agak asam, tapi teksturnya cair seperti susu dengan aroma khas. Perbedaanya lainnya, terletak dari jenis bakteri menguntungkan yang dikandungnya, sehingga kefir disebut yogurt super atau “Champagne of yogurt”.

6. Kombucha
Kombucha, gambar organicauthority.com
Pernah mendengar teh kombucha? teh ini diperoleh dengan memfermentasikan teh hitam plus gula atau bahan lainnya dengan menanamkan bibit jamur kombucha (mikroorganisme baik seperti Acetobacter xylinum) yang disimpan selama delapan sampai dua belas hari.

Kombucha merupakan makanan fermentasi tradisional yang berkembang di Asia timur dan akhirnya dikenal hingga ke Eropa (Jerman). Makanan fermentasi ini mengandung sejumlah asam (acetic, gluconic dan lactic), vitaman B, enzim dan probiotik yang diperlukan tubuh.

Manfaat meminum teh kombucha diantaranya kekebalan tubuh meningkat, memperbaiki mikroflora usus dan dapat meningkatkan ketahanan tubuh serta menurunkan tekanan darah. Walaupun bermanfaat, minuman ini tidak baik bagi orang yang alergi atau rentan terhadap makanan/minuman asam.

5. Sauerkraut
Sauerkraut, gambar thekitchn.com
Sekarang kita jalan-jalan sebentar menuju Jerman, disana terdapat makanan tradisional berbahan dasar kubis-kubisan yang diiris halus dan difermentasi, yang disebut sauerkraut. Kubis yang digunakan biasanya dari jenis kol dan bakteri yang dipakai berjenis Leuconostoc, Lactobacillus atau Pediococcus.

Makanan fermentasi ini kaya akan serat, vitamin A,vitamin C, vitamin K, dan vitamin B, dan sejumlah mineral seperti zat besi, tembaga, kalsium, sodium, mangan dan magnesium. Manfaat sauerkraut bagi kesehatan manusia diantaranya meningkatkan sistem pencernaan, mengobati sirkulasi darah, melawan peradangan, menguatkan tulang dan mengurangi kadar kolesterol.

4. Tempe
Tempe, gambar isigood.com
Pastinya makanan satu ini selalu hadir dalam setiap kuliner masakan Nusantara, tempe. Tempe atau tempeh merupakan makanan fermentasi asli Indonesia yang berbahan dasar kacang kedelai.

Secara singkat untuk membuat tempe, kita harus mencuci kacang kedelai sebersih mungkin lalu di rebut hingga biji kedelai melunak, kemudian menghilangkan kulit luar, perendaman hingga menghasilkan asam laktat secara murni, lalu dicuci bersih lagi. Setelah bersih dan agak kering, kemudian di kasih ragi tempe (proses inokulasi) kemudian di bungkus dengan daun pisang atau daun lainnya, dan di diamkan satu hari untuk proses fermentasi.

Untuk membuat makanan fermentasi ini diperlukan inokulum atau mikroorganisme berjenis Rhizopus oryzae atau Rhizopus oligosporus. Di tanah air disebut ragi tempe atau kapang yang tumbuh pada media daun, seperti waru atau jati. Namun, kapang tempe yang banyak dijual di pasaran biasanya berasal dari media terigu, beras, atau tapioka.  

Setelah proses fermentasi berhasil, nantinya biji-biji kedelai akan saling merekat melalui miselia (spora), sehingga tektur akhir tempe berupa padat dengan aroma khas. Makanan fermentasi ini kaya akan serat, kalsium, vitamin B, zat besi anti-biotik dan anti-oksidan. Selain itu, tempe merupakan sumber protein nabati utama masyarakat Indonesia.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis tempe yang dibuat dari bahan selain kacang kedelai, diantaranya dari kara benguk, kacang gude, ampas tahu, kacang hijau kecipir kara pedang, kacang merah, kacang tunggak, kara kratok, kacang tanah dan kelapa, biji mungur, bungkil kapung atau ampas kelapa, ampas kacang, biji karet dan bahkan terbuat dari jamur merang.

3.Miso
Miso, gambar seriouseats.com
Sekarang kita terbang ke negeri sakura, disana terdapat bahan makanan fermentasi paling populer, miso. Miso merupakan bahan makanan asal Jepang yang dibuat dengan merebus biji kedelai atau beras dengan garam, lalu setelah dingin, barulah dibubuhi ragi koji-kin yang mengandung Aspergillus oryzae. Miso digunakan sebagai bumbu masak utama sejumlah masakan Jepang.

Warna miso bisa krem kekuningan, coklat muda, coklat tua hingga kehitaman, dengan tekstur seperti selai kacang tanah. Rasa miso biasanya asin-gurih, rasa lezat asam amino pada bumbu ini dikenal sebagai “umami”, merupakan rasa kelima selain rasa utama, manis, asam, asin dan pahit.

Di Jepang sendiri, miso dapat dibuat dari beras, kedelai, gandum, jelai, haver, sereal dan biji-bijian lainnya. Dibalik rasanya yang gurih, miso mengandung protein, vitamin B-12, vitamin B 2, vitamin E dan isoflavon.

2. Natto
Natto, gambar toyokeizai.com
Masih di negara matahari terbit, selanjutnya ada makanan fermentasi paling banyak dikonsumsi masyarakat Jepang, Natto. Natto merupakan makanan tradisional Jepang yang dibuat dari biji kedelai yang difermentasi dengan ragi natto (bacillus subilis). Bersama sama dengan miso, natto dulunya merupakan sumber gizi utama pada zaman feodal Jepang.

Natto memiliki tekstur yang licin dan aroma yang kuat, sehingga tidak semua orang menyukainya. Di Jepang, natto paling disukai oleh daerah timur, mulai dari wilayah kanto, tohoku dan hokkaido. Natto biasanya dimakan dengan nasi hangat dan dicampur dengan kecap asin.

Makanan fermentasi ini kaya akan probiotik yang bermanfaat dalam menjaga sistem kekebalan dan kesehatan kardiovaskular. Juga, mampu meningkatkan asupan vitaman K dan menyehatkan sistem pencernaan.

1. Kimchi
Kimchi, gambar maangchi.com
Makanan fermentasi terakhir berasal dari korea, kimchi. Kimchi merupakan salah satu makanan tradisional berbahan dasar sayuran (sawi putih dan lobak) yang difermentasi dengan bumbu pedas. Bumbu dibuat dari udang krill, kecap asin, bawah putih, jahe dan bubuk cabai.

Dulu di korea, kimchi merupakan salah satu sumber makanan di kala musim dingin tiba. Sebelumnya, masyarakat korea menyiapkan gentong-gentong besar yang disimpan didalam tanah, sebelum datangnya salju. Gentong tadi digunakan dalam proses fermentasi dan tempat menyimpan kimchi agar tahan lama.

Demikian kesepuluh makanan fermentasi tersehat yang ada di berbagai belahan dunia, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi_(makanan)
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_makanan_hasil_fermentasi

No comments