Hot Info

Teknologi Hanya Sekedar Sarana Bukan Sebuah Tujuan

Sebagai seorang pekerja di instansi swasta dalam bidang penampungan minyak kelapa sawit boleh dibilang sangat jauh dari hal-hal yang berbau teknologi, walau demikian hal yang sangat lucu adalah ilmu akedemik yang saya ambil di jenjang strata 1 justru di Fikom, hal ini menggelitik sekali, ada perbedaan yang lumayan jauh antara teknik industri dan  ilmu komputer. Sebagian rekan mengatakan bahwa saya salah dalam mengambil Fakultas.

Terkadang di dunia nyata bisa terjadi hal dimana seseorang mendapat pekerjaan di luar dari ilmu akademiknya, mungkin sebagian pembaca ada yang mengalami hal yang sama dengan apa yang sedang  saya alami.  Akhirnya timbulah pertanyaan :

1. Apakah dengan demikian kita bisa profesional di bidang pekerjaan yang kita jalani ?
2. Apa tidak sayang dengan ilmu akademik yang kita miliki tidak terpakai di pekerjaan kita ?

Sebelum saya menjawab 2 pertanyaan di atas saya ingin menerangkan terlebih dahulu tentang ilmu komputer, dalam ilmu komputer banyak cabang keilmuan, ada :

1. Sistem Informasi
2. Teknik Informatika
3. Teknologi Informasi
4. Sistem Komputer

Pada tiap-tiap cabang masih ada lagi bidang keilmuan, jadi sangat kompleks sekali, jika ada orang yang bekerja di bidang IT maka kita harus tahu IT dia di bidang apa ? jadi tidak semua orang yang bekerja sebagai IT dapat di artikan orang tersebut menguasai semua bidang keilmuan komputer, dan juga apabila ada seorang IT tidak bisa mengerjakan hal berkaitan dengan komputer tidak bisa disebut sebagai IT yang kurang pinter.

Ok sekarang saya akan penjawab pertanyaan pertama

Apakah dengan demikian kita bisa profesional di bidang pekerjaan yang kita jalani ?

Profesional menurut arti bahasa artinya adalah orang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang tinggi dan berpegang teguh kepada nilai moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan. Atau definisi dari profesional adalah orang yang hidup dengan cara mempraktekan suatu keterampilan atau keahlian tertentu yang terlibat dengan suatu kegiatan menurut keahliannya. Jadi dapat disimpulkan profesional yaitu orang yang menjalankan profesi sesuai dengan keahliannya.

Seorang profesional tentunya harus mempunyai keahlian yang di dapatkan melalui suatu proses pendidikan dan disamping itu terdapat unsur semangat pengambilan dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Dalam melakukan tugas profesi, seorang profesional harus dapat bertindak objektif, yang artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan enggan bertindak serta mengambil keputusan.
Artinya seseorang bisa profesional karena sebuah proses pendidikan, pendidikan yang bisa di maksud dengan pendidikan akademik dan pendidikan non akademik, sebagai contoh pendidikan non akademik adalah belajar secara otodidak, semua ilmu yang kita peroleh entah itu dari akademik atau non akademik toh akhirnya juga harus kita kembangkan kembali agar sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan kita. 

Ada pengetahuan-pengetahuan baru yang kita dapatkan dari lingkungan kerja tersebut, dan dimana kita betul-berul sudah menguasai bidang pekerjaan kita dan dengan pengetahuan itu kita mampu menjalankan pekerjaan kita dengan baik maka sudah dapat di sebut ahli di bidang yang kita jalani, di sebut prosefional jika dengan keahlian kita mampu bekerja mempraktekan ke ahlian kita dengan nilai nilai etika kerja yang baik.
Kesimpulannya adalah kita tetap bisa profesional bekerja walaupun bidang pekerjaan kita diluar dari ilmu akademik kita.
Pertanyaan kedua 
Apa tidak sayang dengan ilmu akademik yang kita miliki tidak terpakai di pekerjaan kita ?

Ilmu pada prinsipnya adalah pengetahuan, dimana dengan pengetahuaan itu bisa kita amalkan dimanapun dan kapanpun, tentunya tidak ada yang perlu disayangkan jika bidang pekerjaan kita tidak sesuai dengan ilmu akademik kita, karena kita bisa amalkan pegetahuaan kita dimanapun

Lalu hubungan dengan Teknologi Hanya Sekedar Sarana Bukan Sebuah Tujuan apa ?

Hubungannya adalah, apapun latar belakang pendidikan kita, pekerjaan kita, keahlian kita, profesi kita tentunya semua itu kita dapatkan dari usaha dan upaya serta kehendak-Nya, sejak awal sebagian dari kita mungkin tidak ada yang mempelajari sama sekali hal-hal yang berbau teknologi, mungkin sebagian dari kita justru pengguna dari teknologi tanpa mengetahui apapun tentang teknologi yang kita gunakan. 

Keterkaitan kita dan ketergantungan kita terhadap teknologi sangatlah tinggi, maka mulailah untuk mengetahui ilmu pengetahuan tentang teknologi dan ikuti terus informasi - informasi teknologi, tidak perlu harus menjadi ahli, hal tersebut penting kenapa ? karena dengan mengetahui pengetahuan tersebut setidaknya kita bisa mengerti dan tahu cara memanfaatkan teknologi yang saat ini mungkin sudah kita miliki dengan semaksimal mungkin dan sebijak mungkin, sehingga biaya yang telah kita keluarkan untuk teknologi tersebut betul - betul memberi manfaat bagi kita. 

No comments